ISIS Mengaku Ada di Belakang Teror Bom Supermarket di St Petersburgh

Kompas.com - 30/12/2017, 20:08 WIB
Petugas pemadam kebakaran dan polisi sedang bekerja di lokasi ledakan bom, di sebuah supermarket di Saint Petersburg, Rusia, Rabu (27/12/2017). (AFP/Olga Maltseva) Petugas pemadam kebakaran dan polisi sedang bekerja di lokasi ledakan bom, di sebuah supermarket di Saint Petersburg, Rusia, Rabu (27/12/2017). (AFP/Olga Maltseva)
|
EditorAgni Vidya Perdana

MOSKWA, KOMPAS.com - Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terus mengklaim serangkaian aksi teror yang terjadi di berbagai negara.

Setelah mengklaim serangan bersenjata di gereja Kristen Koptik di Mesir pada Jumat (28/12/2017), ISIS melalui media propaganda Amaq menyebut mereka ada di belakang aksi teror bom di St Petersburg, Rusia, Rabu (27/12/2017).

Meski demikian, fakta di lapangan belum menemukan bukti yang menunjukkan keterlibatan organisasi teroris yang dideklarasikan pada 2014 itu.

Ledakan yang terjadi di sebuah supermarket itu melukai setidaknya 14 orang.

Baca juga: Bom Rakitan Meledak di St Petersburg, 10 Orang Terluka

"Serangan yang menargetkan sebuah pusat perbelanjaan di Saint Petersburg pada Rabu lalu dilakukan oleh kelompok jaringan yang terkait dengan ISIS," tulis pernyataan di Amaq, dikutip AFP.

Para Rabu malam, sebuah bom rakitan diletakkan di sebuah loker supermarket di barat laut kota St Petersburg. Ledakan bom menimbulkan kepanikan di antara para pengunjung dan melukai belasan orang, termasuk seorang wanita hamil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyebut aksi peledakan bom tersebut sebagai sebuah tindakan teror.

Dikutip dari Sky News, Putin juga memerintahkan kepada petugas keamanan untuk mengambil tindakan tegas dan mengizinkan untuk menghabisi pelaku teror jika mereka menunjukkan tanda-tanda perlawanan.

Kota terbesar kedua di Rusia, sekaligus kota kelahiran Putin itu memang kerap menjadi sasaran teror.

Sebulan sebelumnya, kepolisian setempat mengumumkan penangkapan sejumlah anggota ISIS yang disebut merencanakan serangan di katedral Kazan.

Baca juga: Intelijen Rusia Ungkap Sel ISIS yang Berencana Serang St Petersburg

Upaya penangkapan tersebut mendapat bantuan dari agen khusus AS, CIA yang mengidentifikasi tersangka.

Pada bulan April, sebuah aksi bom bunuh diri juga terjadi di St Petersburg tepatnya di stasiun kereta dan menewaskan 15 orang. Pelaku diidentifikasi sebagai warga Rusia kelahiran Kyrgyzstan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP,Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.