Kompas.com - 28/12/2017, 08:08 WIB
Petugas pemadam kebakaran dan polisi sedang bekerja di lokasi ledakan bom, di sebuah supermarket di Saint Petersburg, Rusia, Rabu (27/12/2017). (AFP/Olga Maltseva) Petugas pemadam kebakaran dan polisi sedang bekerja di lokasi ledakan bom, di sebuah supermarket di Saint Petersburg, Rusia, Rabu (27/12/2017). (AFP/Olga Maltseva)
|
EditorVeronika Yasinta


SAINT PETERSBURG, KOMPAS.com - Sebuah bom meledak di sebuah supermarket di kota Saint Petersburg, Rusia, pada Rabu (27/12/2017) waktu setempat, dan melukai 10 orang.

Juru bicara Komiter Investigasi Rusia, Svetlana Petrenko, menyatakan ledakan benda tak dikenal terjadi di sebuah toko.

Dilansir dari AFP, setelah diidentifikasi, ledakan tersebut disebabkan oleh alat peledak buatan sendiri dengan kekuatan setara dnegan 200 gram TNT yang dipenuhi dengan pecahan yang mematikan.

"Investigasi ini melihat kemungkinan penyebab apa yang terjadi," katanya, sambil menambahkan dugaan percobaan pembunuhan dalam insiden tersebut.

Baca juga : Penguatan Alutsista, Rusia Prioritaskan Nuklir dan Tank

Kepala unit investigasi Saint Petersburg, Alexander Klaus, mengatakan 10 orang yang mengalami luka telah dirawat di rumah sakit.

AFP melaporkan bangunan supermarket tidak mengalami kerusakan serius. Namun, sejumlah petugas kepolisian mengamankan area, dan rute transportasi umum dialihkan.

Sementara itu, The Guardian mewartakan komite anti-terorisme nasional Rusia sedang melakukan pencarian terhadap tersangka.

Salah satu saksi mata, Viktoria Gordeyeva, mengatakan orang-orang di sekitar tempat terjadinya ledakan enggan masuk ke toko-toko sekitar.

Baca juga : CIA Bantu Rusia Cegah Teror, Putin Ucapkan Terima Kasih ke Trump

"Tidak ada kepanikan, tapi orang tidak mau masuk ke toko obat terdekat dan toko kelontong," katanya.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menelepon Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengapresiasi kinerja  Badan Intelijen Pusat (CIA) yang membantu menggagalkan serangkaian pemboman di St Petersburg.

Sebanyak 7 tersangka yang memiliki keterkaitan dnegan ISIS ditangkap atas dugaan serangan teror tersebut. Mereka diduga telah merencanakan aksi teror bom di Katedral Kazan dan lokasi padat lainnya.

Baca juga : 8 Orang Ditangkap, Siapa Pelaku Ledakan Bom di St Petersburg?

Pada April 2017, bom bunuh diri juga pernah terjadi di stasiun kereta bawah tanah St Petersburg yang menewaskan 16 orang dan melukai lebih dari 50 orang.

Pihak berwenang Rusia mengidentifikasi pelaku yang meledakkan diri itu bernama Akbardzhon Dzhalilov, seorang pemuda Rusia berusia 22 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.