Dipaksa Kembali, Ilmuwan Nuklir Korut yang Membelot Bunuh Diri dengan Racun

Kompas.com - 29/12/2017, 18:52 WIB
Foto tanpa tanggal yang dikeluarkan oleh kantor berita Korea Utara, KCNA, pada 3 September 2017, memperlihatkan pemimpin Korut Kim Jong Un (tengah) sedang melihat pipa logam di tempat yang tak diketahui. REUTERS/KCNAFoto tanpa tanggal yang dikeluarkan oleh kantor berita Korea Utara, KCNA, pada 3 September 2017, memperlihatkan pemimpin Korut Kim Jong Un (tengah) sedang melihat pipa logam di tempat yang tak diketahui.
|
EditorAgni Vidya Perdana

SINUIJU, KOMPAS.com - Seorang pembelot yang diduga ilmuwan nuklir Korea Utara dilaporkan bunuh diri menggunakan racun setelah dirinya dipaksa kembali oleh pemerintah China.

Pembelot yang diperkirakan berusia sekitar 50-an tahun itu disebut adalah ilmuwan nuklir dan peneliti di pusat fisika Akademi Sains Negara di Pyongyang.

Informasi yang diperoleh mengatakan, ilmuwan itu menjadi salah satu pembelot Korea Utara yang ditahan di kota Shenyang, provinsi Liaoning, China.

Para pembelot, termasuk ilmuwan nuklir itu ditahan pada 4 November 2017 dan telah dipaksa kembali ke Korea Utara pada 17 November 2017.

Baca juga: Dua Petinggi Korea Utara Kena Sanksi AS

Dia kemudian ditemukan sudah tak bernyawa di dalam ruang tahanan di Departemen Keamanan Negara di Sinuiju, Korea Utara, yang berbatasan langsung dengan China.

"Dia meninggal sebelum sempat diinterogasi soal alasannya melarikan diri, siapa yang membantunya dan rute yang dia gunakan," kata sumber orang dalam kepada RFA.

Sumber tersebut menambahkan, pembelot itu telah berulang kali diperiksa sebelum dibawa dari China ke Sinuiju, sehingga masih menjadi misteri bagaimana dia bisa mendapatkan racun yang digunakannya untuk bunuh diri.

Sebelum melarikan diri ke China, ilmuwan itu dilaporkan telah diberhentikand ari pekerjaan penelitiannya karena menunjukkan tanda-tanda kecemasan akan proyek yang sedang dikerjakannya.

"Dia tiba-tiba mengunjungi kerabat di dekat perbatasan tanpa memberi tahu keluarganya dan tanpa membawa dokumen perjalanan resmi," kata sumber kepada RFA.

"Dan saat dia mengetahui jika sedang dicari oleh pihak berwajib, dia mendadak menghilang," tambahnya, dilansir dari Daily Mail, Jumat (29/12/2017).

Baca juga: Tentara Korea Utara yang Membelot Kebal Terhadap Antraks

Laporan awal menyebut ilmuwan itu bernama Hyun Cheol Hu. Namun informasi itu meragukan karena terkadang penyelidik menggunakan nama palsu untuk tersangka yang ditahan.

Penyelidik kini sedang menginvestigasi bagaimana ilmuwan itu bisa menyeberang sungai Yalu ke China dan kapan dia bertemu dengan para pembelot lainnya.



Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X