Kompas.com - 27/12/2017, 18:25 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

SEOUL, KOMPAS.com - Tim dokter Korea Selatan menemukan fakta baru terkait tentara Korea Utara yang membelot. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui dalam tubuh tentara pembelot terdapat kekebalan terhadap penyakit antraks.

Hasil pemeriksaan tersebut kembali memunculkan dugaan akan pengembangan senjata biologis yang dilakukan Korea Utara.

Dilaporkan United Press International, mengutip siaran lokal Channel A, pada Selasa (26/12/2017), belum diketahui secara pasti bagaimana tentara Korea Utara itu mendapatkan kekebalan terhadap antraks.

Kemungkinan, tentara itu menjadi kebal setelah terpapar penyakit antraks, atau telah disuntik dengan vaksin penyakit mematikan tersebut.

Baca juga: Lagi, Tentara Korut Membelot ke Wilayah Korsel

Namun sumber dari intelijen Korea Selatan tak mengungkapkan dari tentara pembelot mana diperoleh penemuan tersebut.

Seperti diketahui, sepanjang tahun ini, telah ada setidaknya empat tentara Korea Utara yang melarikan diri melewati perbatasan di zona demiliterisasi.

Penyakit antraks yang disebabkan bakteri bacillus anthracis masih menjadi penyakit berbahaya dengan orang yang terpapar, 80 persen tidak dapat terselamatkan, kecuali mendapat antibiotik dalam 24 jam atau sudah menerima vaksinasi.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Choi Hyun-soo, seperti dikutip dari New York Post, Rabu (27/12/2017) mengatakan, vaksin antraks diharapkan dapat mulai dikembangkan pada 2019.

"Namun tidak lebih cepat," kata Hyun-soo dilaporkan UPI.

Baca juga: Korut Tebar Ancaman, Apa Dampaknya bagi Turis Asing?

Pemerintahan Korea Utara telah sejak lama diduga melakukan pengembangan senjata biologis, selain juga senjata nuklir.

Bahkan pekan lalu, surat kabar Asahi Jepang menulis Pyongyang telah memulai serangkaian tes untuk dapat memuat bakteri antraks ke dalam hulu ledak misil.

Penelitian juga telah dilakukan untuk menciptakan bakteri antraks yang dapat bertahan dari suhu panas atmosfer bumi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.