Kompas.com - 26/12/2017, 08:48 WIB
EditorVeronika Yasinta


MOSUL, KOMPAS.com — Untuk pertama kalinya selama beberapa tahun terakhir, pemeluk Kristen di kota Mosul, Irak, dapat merayakan Natal menyusul kekalahan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Sejumlah warga Muslim turut hadir dalam perayaan Natal di Katedral Santo Paulus, seperti Iman Khader.

"Kami dari komunitas Muslim dan hari ini kami sama-sama merayakan kesempatan meriah ini bersama saudara-saudara Kristen di Provinsi Nineveh dan di kota Mosul," katanya seperti dilansir dari BBC Indonesia.

"Kami berbagi kebahagiaan dengan mereka. Saya berharap saudara-saudara kami dari komunitas Kristen yang mengungsi ke luar dari Irak akan kembali ke Mosul karena kami semua bersaudara dan kami bersatu," tambahnya.

Baca juga: Meriahnya Natal di Timur Tengah: Dari Festival hingga Sinterklas Menunggangi Unta

Harapan positif juga disuarakan Hossam Qahwaji dari komunitas Kristen di Mosul.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada saudara-saudara Muslim dan Kristen, anak-anak muda yang membangun kembali gereja ini. Kami sebagai umat Kristiani mengharapkan mereka membangun kembali masjid-masjid," ungkapnya.

Seperti diketahui, di bawah kekuasaan ISIS, kegiatan keagamaan Kristen yang diadakan secara terbuka merupakan tindakan yang berbahaya dan amat sulit dilaksanakan. Banyak pemeluk Kristen melarikan diri dari persekusi di Mosul.

Namun, kondisi kini berubah setelah pasukan Irak mengalahkan ISIS di Mosul, Juli lalu.

Pesan Natal

Pemimpin Gereja Katolik Khaldea Irak Louis Raphael Sako memimpin Misa Malam Natal di Katedral Santo Paulus, Minggu (24/12).

Pater Louis Raphael Sako berharap warga Irak yang beragama Kristen, yang sebelumnya menyelamatkan diri dari persekusi ISIS, bisa kembali ke rumah-rumah mereka.

Dalam misa, Pater Louis Raphael Sako menyerukan kepada puluhan jemaat yang hadir untuk mendoakan perwujudan perdamaian di Mosul dan di dunia.

"Pesan kami adalah pesan perdamaian. Yesus adalah pembawa perdamaian di Bumi dan perdamaian ini merupakan tuntutan orang Kristen dan Muslim serta tuntutan setiap manusia. Tanpa perdamaian, tak ada kehidupan," katanya.

Baca juga: Di Misa Natal, Paus Ajak Dunia Bangun Imajinasi Sosial Baru

Selama perayaan Natal, aparat keamanan berjaga-jaga di luar gereja. Kendaraan lapis baja disiagakan di halaman Katedral Santo Paulus.

Seakan mengingatkan bahwa gereja tersebut pernah menjadi sasaran serangan ISIS, kain putih digunakan untuk menutupi jendela yang rusak karena bom.

Katedral Santo Paulus tercatat sebagai satu-satunya gereja yang masih berfungsi di Mosul dan bisa digunakan lagi berkat bantuan para relawan.

Baca juga: Irak Hukum Gantung 38 Anggota ISIS dan Al Qaeda

Sebelum kekuasaan ISIS pada 2014, sejumlah pemimpin gereja memperkirakan pemeluk Kristen di Mosul mencapai 35.000 orang.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menyatakan ISIS telah dikalahkan dalam perang selama tiga tahun.

Pasukan militer Irak berhasil menguasai secara penuh perbatasan Irak-Suriah. Sejumlah wilayah di perbatasan kedua negara itu merupakan wilayah terakhir yang dikuasai ISIS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.