Kompas.com - 22/12/2017, 16:52 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

CANBERRA, KOMPAS.com - Australia mengumumkan bakal memulangkan pesawat tempurnya yang dikerahkan di Irak dan Suriah untuk memerangi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Kantor berita AFP via Al Arabiya memberitakan Jumat (22/12/2017), keputusan itu diambil setelah dua kota penting ISIS berhasil direbut.

Yakni Mosul di Irak 21 Juni, dan Raqqa di Suriah yang berhasil direbut 17 Oktober lalu.

Selain itu, pada 9 Desember, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mendeklarasikan perang melawan ISIS berakhir setelah gabungan pasukan pemerintah dan paramiliter Irak membersihkan kawasan gurun dari ISIS.

Sebelumnya, aliansi negara Barat telah mengurangi jumlah personel militernya sebanyak 2.700 orang.

Baca juga : Polisi Turki Tahan Pasangan Perancis yang Diduga Anggota ISIS

Menteri Pertahanan Marise Payne menyatakan, Canberra bakal menarik enam jet tempur F/A-18 Hornets setelah tiga tahun bertugas di Timur Tengah.

"Kesuksesan melawan ISIS berarti Operasi OKRA kami telah mencapai tahap transisi. Keenam jet tempur bakal pulang awal 2018," ujar Payne.

Payne melanjutkan, sejak Oktober 2014, enam pesawat Hornets terus memberikan bantuan udara kepada gabungan pasukan yang berperang menghadapi ISIS.

"Saya mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih, dan memuji dedikasi, semangat, dan profesionalisme yang ditunjukkan oleh para pilot," tutur Payne.

Politisi perempuan asal Partai Liberal itu melanjutkan, hanya enam F/A-18 Hornets saja yang dipulangkan.

Pesawat pengisi bahan bakar KC-30A Multi Role Tanker dan pesawat pengontrol dan pendeteksi bahaya udara E-7A Wedgetail masih disiagakan di Timur Tengah.

Selain itu, sebanyak 380 orang pasukan Australia masih akan menetap di Baghdad guna menjadi instruktur bagi militer pemerintah Irak.

Baca juga : Kisah Tukang Masak Bogor yang Menjadi Anggota ISIS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.