Kompas.com - 17/12/2017, 15:23 WIB
|
EditorVeronika Yasinta

BAIKONUR, KOMPAS.com - Pesawat luar angkasa yang membawa tiga astronaut asal Amerika Serikat, Jepang, dan Rusia, sukses diluncurkan pada Minggu (17/12/2017).

Pesawat luar angkasa Soyuz MS -07 meluncur dari kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, pukul 13.21 waktu setempat. Kosmodrom Baikonur merupakan fasilitas peluncuran luar angkasa tertua dan terbesar yang masih beroperasi di dunia.

Dilansir dari AFP, tiga antariksawan yang dikirim untuk menjalan misi enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) adalah Scott Tingle dari NASA, Anton Shkaplerove dari Roscosmos, dan Norishige Kanai dari Badan Eksplorasi Ruang Agkasa Jepang.

Badan Antariksa Rusia melaporkan penerbangan menuju ISS biasanya memakan waktu sekitar enam jam, namun karena posisi stasiun di angkasa saat ini mengharuskan trio itu menggunakan rute memutar dengan waktu tempuh dua hari.

Baca juga : Trump Minta NASA Kirim Astronaut Lagi ke Bulan

Mereka direncanakan tiba ke ISS pada Selasa (19/12/2017), sebelum pukul 09.00 (GMT).

Bagi Tingle dan Kanai, penerbangan ke luar angkasa kali ini merupakan yang pertama kali. Sementara, Shkaplerov yang paling berpengalaman dalam misi tersebut.

Mantan pilot militer Rusia itu telah menghabiskan satu tahun di luar angkasa dalam dua misi yang berbeda. Misinya yang ketiga itu menandai hari ulang tahunnya di luar angkasa pada Februari tahun depan.

Sebelumnya, Shkaplerov menyatakan kepada wartawan dalam konferesi pers pra-penerbangan pada Sabtu (16/12/2017) tentang rencananya untuk memilih presiden Rusia dari luar angkasa pada pemilihan presiden Maret 2018.

"Kami, seperti semua warga negara Rusia, ikut serta dalam pemilihan presiden," katanya.

Baca juga : Ada Bakteri di Luar Angkasa, Mungkinkah dari Alien?

Sementara itu, Kanai adalah astronaut termuda dalam sejarah badan antariksa Jepang. Dia mendapatkan sertifikasi untuk melakukan perjalanan ke ISS pada 2011.

Tingle, merupakan lulusan Universitas Purdue di Indiana, AS, di mana astronaut legendaris AS Neil Armstrong juga menempuh pendidikan di universitas tersebut.

Rencananya, mereka akan bergabung dengan Alexander Iturkin dari Rusia dan Mark Vande Hei dan Joe Acaba yang berasal dari NASA di ISS.

RALAT: Artikel ini telah mengalami penyuntingan akibat kesalahan dalam menerjemahkan salah satu kata dalam artikel asli. Koreksi telah dilakukan dengan mengganti judul dan isi artikel. Redaksi mohon maaf atas kesalahan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.