Kompas.com - 12/12/2017, 09:47 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump  memerintahkan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) mengirimkan antariksawan atau astronaut ke permukaan bulan.

Misi tersebut untuk mengawali ambisi pendaratan astronaut di planet Mars.

Dilansir dari CNBC, dalam perintah itu NASA harus memimpin astronaut Amerika melalui sebuah program eksplorasi angkasa yang inovatif, Space Policy Directive 1

Pengumuman itu melanjutkan tekanan Gedung Putih guna mengakhiri ketergantungan pada Rusia untuk peluncuran misi berawak, yang dimulai saat program pesawat ulang-alik pensiun enam tahun lalu.

Baca juga : NASA Selesai Uji Coba Sistem Pelacak Asteroid Berbahaya

"Ini menandai langkah penting untuk membawa kembaliastronaut Amerika ke bulan untuk pertama kalinya sejak 1972 dalam misi eksplorasi jangka panjang," katanya.

"Saat ini, kita tidak hanya mengibarkan bendera kita dan meninggalkan jejak kaki di sana. Kita akan mengawali fondasi untuk misi ke Mars, dan mungkin suatu saat ke planet lainnya," tambahnya.

Sudah 45 tahun sejak Apollo 17 mendarat di bulan. Mantan astronaut Buzz Aldrin menuliskan di Twitternya, misi Apollo 17 merupakan keenam kalinya manusia mendarat di permukaan bulan.

Kebijakan Trump membuatnya menjadi presiden ketiga di AS dalam 30 tahun terakhir yang membawa manusia menjejakkan kaki di bulan.

Laman Sky News menuliskan, Trump menyebut misi tersebut akan menginspirasi negara lain, sekaligus menunjukkan NASA menjaga semangat perintis misi luar angkasa.

"Hari ini semangat yang sama mendorong kita untuk memulai perjalanan eksplorasi dan penemuan baru, untuk menatap langit dan membayangkan kemungkinan yang menanti di bintang-bintang indah itu, jika kita memiliki mimpi besar," katanya.

Sebelumnya, pada 2004, Presiden AS kala itu, George HW Bush, meluncurkan visi tiga langkah untuk eksplorasi luar angkasa, berharap AS harus kembali ke bulan pada 2020."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNBC,Sky News


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.