Kisah Etnis Rohingya Bawa Panel Surya Saat Lari ke Bangladesh

Kompas.com - 15/12/2017, 15:35 WIB
Seorang pengungsi Rohingya mengisi ponselnya dengan panel surya saat dia menunggu untuk dibawa ke sebuah kamp pengungsian, pada 2 November 2017. (Reuters via Strait Times) Seorang pengungsi Rohingya mengisi ponselnya dengan panel surya saat dia menunggu untuk dibawa ke sebuah kamp pengungsian, pada 2 November 2017. (Reuters via Strait Times)
|
EditorVeronika Yasinta


UKHIYA, KOMPAS.com - Ketika pengungsi Rohingya mulai berdatangan ke Bangladesh, setelah konflik kekerasan meletus di Myanmar pada Agustus lalu, penduduk lokal bingung melihat mereka memanggul panel surya.

"Kami melihat mereka membawa panel surya, saya terkejut," kata Jashim Uddin, seorang penduduk di Ukhiya, di Cox's Bazar, Bangladesh.

Dilansir dari Straits Times, Jumat (15/12/2017), pejabat pemerintah Bangladesh di Ukhiya, Main Uddin, mengatakan panel surya terus dibawa oleh pengungsi Rohingya, saat melewati perbatasan yang dipenuhi dengan suara tembakan di perbatasan dan melintasi area ranjau darat.

Banyak etnis Rohingya yang melakukan perjalanan sulit melalui perbukitan dan jalan licin selama 5 hingga 15 hari. Namun, perjalanan berbahaya tersebut tidak menghalangi mereka untuk membawa panel surya.

Baca juga : Sebulan Pertama Kerusuhan, 6.700 Orang Rohingya Tewas

" Panel surya ini menyelamatkan hidupku," ujar Ayatullah, yang dulunya berprofesi sebagai penjaga toko, di pengungsian Taingkhali, Bangladesh.

Dengan panel surya itu, dia mengaku mampu melindungi diri dari serangan militer Myanmar.

"Mereka membunuh siapapun yang lewat. Kami bergantung pada informasi dari orang-orang mengenai rute yang aman, sehingga dibutuhkan telepon seluler untuk itu. Panel surya ini membantu kami mengisi ulang ponsel," katanya.

Selain memanggul panel surya, dia juga membawa beberapa potong pakaian. Ayatullah tak berpikir untuk membawa barang lainnya, selain panel surya.

Baca juga : Anak Etnis Rohingya di Kamp Pengungsi Bangladesh Alami Malnutrisi

Pengungsi menggunakan panel surya untuk menyalakan laptop, mengisi baterai ponsel, dan menyalakan lampu di malam hari, saat melakukan perjalanan berliku menuju Bangladesh.

Banyak pengungsi yang berpendapat panel surya akan sangat bermanfaat apabila mereka harus hidup di jalanan Bangladesh.

Pengungsi Rohingya, Rashida Begum, berjalan kaki selama lima hari menuju Bangladesh bersama keenam anaknya, dengan membawa panel surya tanpa barang-barang lainnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X