Dijual, Perempuan Rohingya Jadi Budak Seks di Bangladesh

Kompas.com - 04/12/2017, 12:25 WIB
Anak-anak perempuan Rohingya mengantre untuk mendapatkan air di kamp-kamp pengungsi di Teknaf, Bangladesh, pada Desember 2016. Anak perempuan Rohingya terpaksa menikah di usia dini demi mendapat jatah bantuan makanan. Associated PressAnak-anak perempuan Rohingya mengantre untuk mendapatkan air di kamp-kamp pengungsi di Teknaf, Bangladesh, pada Desember 2016. Anak perempuan Rohingya terpaksa menikah di usia dini demi mendapat jatah bantuan makanan.
|
EditorVeronika Yasinta


DHAKA, KOMPAS.com - Beberapa perempuan Rohingya di penampungan Cox's Bazar, Bangladesh, telah dijual sebagai budak seks.

Dilansir dari Al Jazeera, Minggu (3/12/2017), remaja berusia 15 tahun, Khartoun, bukan nama sebenarnya, menceritakan kisahnya yang dijual menjadi budak seks ketika sampai di Bangladesh.

Dengan perahu, dia melarikan diri dari operasi militer yang brutal di Myanmar.

Dia sendirian, ibu, ayah, dan kakaknya terbunuh saat kebakaran melalap desanya, dalam operasi militer di Myanmar.

Khartoun tiba di Bangladesh pada September lalu, sementara dua perempuan lain menyusulnya di pantai dan mengatakan akan membantunya.

Baca juga : Bangladesh Bakal Ubah Salah Satu Pulaunya Jadi Penampungan Rohingya

"Mereka berkata padaku jika aku pergi bersama mereka, mereka akan menjagaku dan menjodohkanku dengan seorang pria," katanya.

Namun, dia malah dikunci selama tiga pekan dan dijual kepada seorang pria Bangladesh, yang kemudian memerkosanya dan melecehkannya secara seksual selama 12 hari.

"Pria itu berkata akan mencekikku dan menikamku. Dia terus bilang akan membunuhku," ucapnya.

Pria yang membeli Khartoun telah mengembalikannya kepada perempuan yang menjualnya selama 12 hari. Mereka meninggalkannya di tenda penampungan di Kutupalong, tempatnya tinggal sekarang.

Baca juga : Anak Perempuan Rohingya Terpaksa Menikah demi Dapat Jatah Makanan

Sementara itu, agensi bantuan setempat menyebut aksi perdagangan tersebut telah memakan korban tewas karena diserang oleh kelompok kriminal.

Organisasi yang enggan disebutkan namanya itu, mengatakan beberapa perempuan Rohingya diculik oleh para pedagang manusia mulai usia 13 tahun.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Al Jazeera
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X