Salin Artikel

Kisah Etnis Rohingya Bawa Panel Surya Saat Lari ke Bangladesh

"Kami melihat mereka membawa panel surya, saya terkejut," kata Jashim Uddin, seorang penduduk di Ukhiya, di Cox's Bazar, Bangladesh.

Dilansir dari Straits Times, Jumat (15/12/2017), pejabat pemerintah Bangladesh di Ukhiya, Main Uddin, mengatakan panel surya terus dibawa oleh pengungsi Rohingya, saat melewati perbatasan yang dipenuhi dengan suara tembakan di perbatasan dan melintasi area ranjau darat.

Banyak etnis Rohingya yang melakukan perjalanan sulit melalui perbukitan dan jalan licin selama 5 hingga 15 hari. Namun, perjalanan berbahaya tersebut tidak menghalangi mereka untuk membawa panel surya.

"Panel surya ini menyelamatkan hidupku," ujar Ayatullah, yang dulunya berprofesi sebagai penjaga toko, di pengungsian Taingkhali, Bangladesh.

Dengan panel surya itu, dia mengaku mampu melindungi diri dari serangan militer Myanmar.

"Mereka membunuh siapapun yang lewat. Kami bergantung pada informasi dari orang-orang mengenai rute yang aman, sehingga dibutuhkan telepon seluler untuk itu. Panel surya ini membantu kami mengisi ulang ponsel," katanya.

Selain memanggul panel surya, dia juga membawa beberapa potong pakaian. Ayatullah tak berpikir untuk membawa barang lainnya, selain panel surya.

Pengungsi menggunakan panel surya untuk menyalakan laptop, mengisi baterai ponsel, dan menyalakan lampu di malam hari, saat melakukan perjalanan berliku menuju Bangladesh.

Banyak pengungsi yang berpendapat panel surya akan sangat bermanfaat apabila mereka harus hidup di jalanan Bangladesh.

Pengungsi Rohingya, Rashida Begum, berjalan kaki selama lima hari menuju Bangladesh bersama keenam anaknya, dengan membawa panel surya tanpa barang-barang lainnya.

"Panel surya membantu kami ketika kami bermalam di hutan. Tanpa panel surya, kami tidak akan mencapai Bangladesh," ucapnya.

"Memang sulit membawa benda seperti ini, namun saya berpikir panel surya akan bermanfaat bagiku," tambahnya.

Salah satu pengungsi Rohingya lainnya, Mohammad Yaser, mengaku harga panel surya di Myanmar lebih murah dibandingkan di Bangladesh.

Panel surya dengan kapasitas 20 watt dijual seharga 20.000 kyat atau Rp 198.000 di Myanmar. Sedangkan di Bangladesh, harganya lebih mahal 8 hingga 12 kali.

Di tempat pengungsian, etnis Rohingya tidak mendapatkan aliran listrik. Mereka menggunakan panel surya, lilin, dan lampu minyak untuk penerangan di malam hari.

https://internasional.kompas.com/read/2017/12/15/15354791/kisah-etnis-rohingya-bawa-panel-surya-saat-lari-ke-bangladesh

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.