Kompas.com - 14/11/2017, 14:45 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


SHUTHERLAND SPRINGS, KOMPAS.com - Tepat sepekan setelah peristiwa penembakan massal di Gereja Baptis Pertama di Shuterland Springs, Texas, Amerika Serikat, pengunjung dan warga diperbolehkan memasuki area tersebut.

Dilansir dari CNN, Senin (13/11/2017), warna putih terlihat mendominasi gereja itu, mengubahnya menjadi sebuah bangunan memorial. Seluruh lantai, dinding, dan langit-langit gereja berwana putih.

Pada Minggu (12/11/2017) malam waktu setempat, pintu gereja terbuka dan mengundang masyarakat untuk masuk hingga ke dekat altar.

Gereja itu telah dikosongkan, hanya 26 kursi berwarna putih berjajar di dalam gedung gereja. Kursi diletakkan sesuai dengan posisi duduk korban tewas.

Baca juga : Penembakan Gereja di Texas, Insiden Ke-307 di AS Sepanjang Tahun Ini

Kursi-kursi itu melambangkan jumlah korban tewas yang ditembak oleh Devin Kelleys.

Setangkai bunga mawar merah berdiri di masing-masing kursi. Namun, ada satu bunga mawar berwarna merah muda, dipersembahkan untuk korban bayi yang masih dikandung ibunya.

Crystal Holcombe, seorang perempuan yang sedang mengandung dua bulan, terbunuh dalam penyerangan, Minggu lalu.

Gereja Baptis Pertama di Shuterland Springs, Texas, Amerika Serikat berubah menjadi bangunan memorial, kenang korban tewas penembakan massal. (Washington Post). Gereja Baptis Pertama di Shuterland Springs, Texas, Amerika Serikat berubah menjadi bangunan memorial, kenang korban tewas penembakan massal. (Washington Post).

Rekaman suara-suara dari korban selamat terdengar di seluruh ruangan. Mereka membaca ayat-ayat Injil, dan berdoa.

Sementara, di altar gereja, terdapat salib kayu dan sebuah poster bertuliskan ayat Injil yang seharusnya dibacakan pada Minggu (5/11/2017).

Devin Kelley masuk ke dalam gereja dan menembaki jemaat yang sedang beribadah. Konflik rumah tangga diyakini menjadi motif Kelley menyerang gereja.

Dia diduga mencoba untuk membunuh ibu mertuanya yang menjadi relawan tetap di gereja tersebut.

Namun, ibu mertua Kelley sedang tidak berada di gereja ketika peristiwa penembakan massal itu terjadi.

Insiden penembakan massal itu merupakan insiden penembakan ke-307 di AS sepanjang 2017.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNN


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.