Pejabat Catalonia Tiba di Gedung Pengadilan di Madrid

Kompas.com - 02/11/2017, 16:32 WIB
Wakil Presiden Catalonia, Oriol Junquera. GABRIEL BOUYS / AFPWakil Presiden Catalonia, Oriol Junquera.
|
EditorErvan Hardoko

MADRID, KOMPAS.com - Sejumlah pejabat pemerintahan dan legislator Catalonia hadir di dua pengadilan Spanyol di Madrid, Kamis (2/11/2017), untuk menghadap kemungkinan dakwaan melakukan pemberontakan.

Para pejabat dan politisi Catalonia ini amat mungkin dijerat dakwaan memberontak setelah menyatakan kemerdekaan wilayah itu dari Spanyol.

Sebanyak 20 politisi regional, termasuk Presiden Catalonia Carles Puigdemont, dipanggil menghadiri sidang setelah jaksa agung meminta agar mereka didakwa melakukan pemberontakan, memisahkan diri, dan penyalahgunaan anggaran.

Pemerintah Spanyol mengambil langkah yang tak pernah dilakukan sebelumnya yaitu memerintah langsung Catalonia yang sebenarnya memiliki otonomi khusus.

Baca juga : Catalonia, Musim Separatisme, dan Politik Kita

Langkah ini diambil setelah sebelumnya pemerintah Spanyol memecat seluruh pejabat kabinet Catalonia, membubarkan parlemen regional, dan menyerukan pemilihan regional pada 21 Desember mendatang.

Sementara itu, Carles Puigdemont, yang kabur ke Belgia bersama beberapa menteri kabinetnya, menyatakan tidak akan hadir di persidangan.

Langkah Puigdemont ini bisa memicu penerbitan surat perintah penahanan atau petisi ekstradisi.

Kelompok yang dipanggil untuk hadir di dalam sidang termasuk 13 anggota kabinet Puigdemont dan enam anggota parlemen Catalonia.

Wakil Presiden Catalonia Oriol Junqueras adalah yang pertama datang ke gedung Pengadilan Nasional di Madrid.

Dia datang ke pengadilan didampingi sejumlah pengacara dan menolak memberikan pernyataan kepada jurnalis yang menggerombol di luar gedung pengadilan.

Jika para pejabat Catalonia ini terbukti melakukan perbuatan yang disebutkan kejaksaan agung, maka mereka terancam hukuman penjara maksimal 30 tahun.

Baca juga : Pengadilan Tinggi Spanyol Perintahkan Eks Kabinet Catalonia Jalani Sidang

Dua dari para menteri yang ikut pergi ke Belgia bersaama Puigdemont kembali ke Spanyol dan dijadwalkan ada bersama 15 politisi yang akan hadir di persidangan.

Sedangkan empat mantan menteri kabinet Catalonia memilih tetap bertahan bersama Puigdemont di Belgia.

 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Telegraph
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X