Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/10/2017, 20:00 WIB
|
EditorErvan Hardoko

MADRID, KOMPAS.com - Jaksa Agung Spanyol Jose Manuel Maza, Senin (30/10/2017) mengumumkan pihaknya segera menjerat para pemimpin Catalonia dengan dakwaan melakukan pemberontakan, memisahkan diri, dan penyalahgunaan uang negara.

Jika pemimpin Catalonia Carles Puigdemont kemudian diadili dan dinyatakan bersalah atas ketiga dakwaan itu maka dia terancam hukuman 30 tahun penjara.

Hukuman ini, seusai undang-undang Spanyol, merupakan masa hukuman maksimal di negeri itu.

Dalam pengumuman singkat itu, Maza tak menjelaskan apakah kejaksaan akan meminta Mahkamah Agung memerintahkan Puigdemont dan rekan-rekannya tetap ditahan sambil menunggu hasil penyelidikan.

Baca juga : Inilah Wilayah-wilayah yang Berpontensi Menyusul Catalonia

Maza menambahkan, dakwaan serupa juga akan dikenakan terhadap juru bicara Catalonia di parlemen, Teresa Forcadell.

Sementara, suasana normal di jalan-jalan Catalonia terlihat sepanjang Senin ini, meski ada seruan dari para pemimpin pro-kemerdekaan untuk menentang perintah negara.

Sedangkan para politisi Catalonia pro-kemerdekaan menggelar pertemuan di Barcelona sambil mempersiapkan pemilihan regional yang akan digeler dalam waktu kurang dari dua bulan.

Pemilu regional ini digelar pemerintah pusat Spanyol sebagai upaya menghentikan keinginan wilayah itu untuk memisahkan diri.

Partai Esquerra Republicana de Catalunya (ERC), yang pro-kemerdekaan, mengumumkan akan ambil bagian dalam pemilihan regional pada 21 Desember mendatang.

Di sisi lain, setidaknya satu pejabat pemerintah Catalonia menentang Madrid dengan tetap bekerja di kantornya pada Senin ini di Barcelona.

Josep Rull mengungah fotonya ke Twitter yang memperlihatkan dirinya duduk di ruang kerja dengan sebuah edisi harian terbitan Catalonia El Punt Avui terlihat di meja kerjanya.

Baca juga : Kota Kecil Catalonia Ini Sudah 350 Tahun Merdeka dari Spanyol

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Sumber Telegraph
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.