Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/10/2017, 10:16 WIB
|
EditorErvan Hardoko

BARCELONA, KOMPAS.com - Di saat seluruh Catalonia saat ini tengah tegang menanti kelanjutan nasib akibat deklarasi kemerdekaan, hal yang berbeda terjadi di kota kecil ini.

Di kota Llivia, deklarasi kemerdekaan Catalonia dari Spanyol dirayakan amat meriah di alun-alun kota tanpa khawatir adanya tindakan tegas dari kepolisian Spanyol.

Penduduk Llivia boleh saja baru merayakan kemerdekaan dari Spanyol pada 1 Oktober lalu, tetapi sebenarnya secara fisik kota ini sudah "merdeka" dari Spanyol selama beberapa abad.

Kota dengan luas sekitar 13 kilometer persegi ini memiliki keunikan secara georgrafis akibat Perjanjian Pyrenees pada 1659 hasil dari perang antara Spanyol dan Perancis yang terjadi lebih dari dua dekade di masa itu.

Baca juga : Spanyol Gelar Pemilu Catalonia, Kubu Pro-Kemerdekaan Mengecam

Sesuai perjanjian itu, hanya "pedesaan" yang akan diserahkan Spanyol kepada Perancis. Nah, Llivia saat itu sudah dianggap sebagai kota sehingga tetap berada di bawah kekuasaan Spanyol, khususnya wilayah Catalonia.

Alhasil, selama lebih dari 350 tahun, kota Llivia benar-benar "terkunci" sebagai daerah kantung Spanyol atau enclave di wilayah Perancis.

Artinya, kota Llivia secara administrasi merupakan wilayah Spanyol atau Catalonia tetapi sepenuhnya dikelilingi wilayah Perancis.

Saat ini, satu-satunya penghubung Llivia dengan Catalonia adalah sebuah jalan raya N-154 sepanjang kurang dari empat kilometer yang menghubungkan Llivia dengan kota Spanyol terdekat, Puigcerda, dua jam berkendara dari Barcelona.

"Polisi Spanyol tak akan pernah melintasi perbatasan Perancis untuk mencegah warga kota menentukan nasibnya," kata wali kota Llivia, Elies Nova.

Dikelilingi wilayah Perancis memberikan Llivia keuntungan tersendiri terutama saat memberikan suara dalam referendum yang dianggap ilegal oleh Pemerintah Spanyol.

Baca juga : Dilema Polisi Catalonia: Patuhi Titah Raja atau Puigdemont

Di hari referendum digelar, saat secara misterius koneksi internet di Llivia putus, wali kota memutuskan untuk menggunakan sambungan internet Perancis sehingga pemungutan suara bisa terus berlangsung.

Demikian dijelaskan Laurent Leygue, wali kota Estavar yang bertetangga dengan Llivia.

"Sebagai langkah antisipasi, mereka bahkan membawa kartu-kartu suara ke wilayah Perancis untuk dihitung," kata Leygue.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.