Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puigdemont Nyatakan Perlawanan Damai terhadap Madrid

Kompas.com - 29/10/2017, 09:41 WIB

BARCELONA, KOMPAS.com - Carles Puigdemont, pemimpin Catalonia yang dipecat pemerintah Spanyol menyerukan kepada para pendukungnya untuk melakukan perlawanan secara damai atas pengambilalihan kekuasaan di wilayahnya oleh Madrid.

Dalam pidatonya di televisi di Barcelona, ibu kota Catalonia, Sabtu (28/10/2017) waktu setempat, pemimpin separatis Catalonia menyerukan sebuah perlawanan secara damai kepada Madrid, demikian dilaporkan The Independent.

Menurutnya, keputusan Madrid untuk memerintah langsung atau mengambil alih otonomi kekuasaan di provinsi itu dan pemecatan dirinya menetang keinginan rakyat Catalonia.

Catalonia secara teortitis kini berada di bawah kendali langsung dari pemerintah pusat di Madrid. Itu dilakukan setelah parlemen Catalonia menyatakan kemerdekaan dari Madrid, Jumat (27/10/2017).

“Pesan saya kepada kalian adalah agar memiliki kesabaran, ketekunan, dan perspektif,” katanya.

Menurut dia, cara terbaik untuk mempertahankan pencapaian sampai hari ini adalah dengan menolak secara demokratis penerapan Pasal 155.

BacaParlemen Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan dari Spanyol

Pasal 155 itu “Merupakan kesimpulan dari agresi yang direncanakan terhadap kehendak rakyat Catalonia,” kata Puigdemont.

"Kita harus melakukan ini, mengindari represi dan ancaman. Kita tidak memiliki dan menginginkan penggunaan kekuatan. Itu bukan kita."

Pada Jumat (27/10/2017), sepenggal sejarah diguratkan parlemen Catalonia yakni mayoritas anggotanya menyatakan kemerdekaan dari Madrid.

Dari 82 orang anggota parlemen Catalonia, 70 di antaranya memilih mendeklarasikan kemerdekaan,  10 orang menolak kemerdekaan, dan sisanya abstain. Itu disambut gembira ribuan orang.

Massa pendukung pun menyanyikan lagu kebangsaan Catalonia, dengan Estelada (bendera kebangsaan Catalonia) tak henti-hentinya berkibar.

Di sisi Madrid, pada hari yang sama, dari 262 anggota parlemen Spanyol yang hadir, 215 di antaranya menyatakan sudah saatnya Madrid menancapkan kuku di Catalonia.

Mereka setutuju menerapkan Pasar 155 tersebut. Artikel itu menyebutkan, "jika ada daerah yang tidak melaksanakan konstitusi yang berlaku, maka pemerintah pusat wajib menggunakan cara-cara yang diperlukan untuk mengembalikan ketertiban di daerah tersebut".

Baca: Catalonia Deklarasikan Kemerdekaan, Spanyol Gunakan "Artikel 155"

Itu sebabnya, pada Sabtu (28/10/2017) pagi, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengumumkan pengambilalihan secara langsung pemerintahan Catalonia oleh Madrid.

Rajoy juga mencopot Puigdemont dan jajaran di pusat kekuasaan regional Catalonia. Setidaknya ada 12 anggota kabinet Puigdemont diberhentikan.

Namun, pemerintah Spanyol mengatakan akan menyambut baik partisipasi Puigdemont dalam pemilihan daerah pada Desember 2017.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com