Kompas.com - 06/09/2017, 22:04 WIB
Warga menggali kuburan untuk jenazah korban dari dugaan serangan gas beracun di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Rabu (5/4/2017). Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut. AFP PHOTO / FADI AL-HALABIWarga menggali kuburan untuk jenazah korban dari dugaan serangan gas beracun di Khan Sheikhun, kota yang dikuasai kelompok pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, Rabu (5/4/2017). Sedikitnya 72 orang tewas, termasuk 20 anak-anak akibat serangan senjata kimia tersebut.
EditorPascal S Bin Saju

NEW YORK, KOMPAS.com - Para penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, mereka memiliki bukti kuat bahwa rezim Suriah telah melakukan serangan dengan senjata kimia terhadap warga sipil.

Menurut laporan itu, yang dirilis pada Rabu (6/9/2017), sebuah pesawat buatan Rusia yang digunakan angkatan udara Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menggunakan gas sarin untuk menyerang warga sipil pada musim semi lalu.

Akibat serangan itu, 83 warga sipil tewas dan memicu serangan pembalasan dari Amerika Serikat (AS).

Baca: Serangan Senjata Kimia Tewaskan 70 Orang di Idlib, Suriah

Laporan terbaru Komisi Penyelidikan Suriah itu juga mengatakan, pasukan AS tidak mengambil semua langkah pencegahan yang layak untuk melindungi warga sipil sewaktu menyerang para tersangka teroris di Aleppo, Maret lalu, yang menghancurkan sebagian kompleks sebuah masjid.

Laporan itu mengajukan sejumlah bukti yang terkuat hingga saat ini, yang menduga pasukan Arsad melangsungkan serangan pada 4 April 2017 terhadap kawasan Khan Sheikhoun di propinsi Idlib, yang dikuasai pemberontak.

Sebagai tindakan penghukuman, AS dengan segera melancarkan serangan terhadap pangkalan udara Shayrat, di mana pesawat Sukhoi-22, yang melakukan serangan senjata kimia itu, lepas landas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca: Perancis: Pemerintah Suriah Dalangi Serangan Kimia di Khan Sheikhoun

Laporan PBB itu juga merekam peristiwa yang berlangsung dari Maret hingga awal Juli tahun ini.

Sementara itu, sejumlah aktivis Suriah melaporkan, pertempuran sengit sedang berlangsung antara pasukan pro-Assad dan kelompok militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di sebuah garnisun di kota Deir el Zour, Suriah tmur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.