Rohingya, Mereka yang Terempas sebagai “Kalas” di Tanah Penuh Berkat

Kompas.com - 06/09/2017, 18:13 WIB
Pengungsi Rohingya dari Rakhine, Myanmar, memikul seorang kakek renta ketika melintasi perbatasan menuju Banglades.AP via The Guardian Pengungsi Rohingya dari Rakhine, Myanmar, memikul seorang kakek renta ketika melintasi perbatasan menuju Banglades.


NAMA
Rohingya saja sudah persoalan. Sejumlah literatur mendapati, Rohingya bukanlah nama suku. Dari akar kata penyusunnya, Rohingya memiliki arti paling dekat sebagai “orang dari Rohang”.

Rohang adalah salah satu versi penyebutan untuk Arakhan atau Arakan, selain Arham, dalam berbagai literatur. Arakan adalah nama lama dari Rakhine. Namun, tak semua orang Arakan mau mengakui Rohingya sebagai bagian dari mereka.

Di Arakan juga ada komunitas Buddha, dengan sebutan Arakan Maghs. Meski begitu, sebagian besar orang Islam Burma menetap di Arakan. Orang Islam yang tinggal di Arakan inilah yang dipanggil sebagai Rohingya.

(Baca juga: Mencari Solusi Rohingya...)


Bagi sejumlah Arakan Maghs dan yang sependapat dengan mereka, Rohingya adalah orang-orang Bengali, nama suku sekaligus wilayah yang sekarang ada di Banglades.

Sebaliknya, orang Banglades juga tak mengakui Rohingya sebagai warganya, karena tempat tinggal terlama orang-orang ini adalah Arakan yang sekarang menjadi wilayah Myanmar.

Penelusuran lebih jauh mendapati, Rohingya adalah bagian dari gelombang migrasi lintas benua sejak berabad-abad silam. Mereka adalah bagian dari gelombang perdagangan dari semenanjung Arab sampai ke Indonesia.

Ada beragam jejak persilangan budaya dan orang-orang itu, termasuk dari Timur Tengah dan Asia Selatan, berikut sejumlah keyakinan dan budayanya.

Kisah soal asal-usul keberadaan orang-orang yang sekarang disebut Rohingya itu antara lain dijabarkan dalam A Short History of Rohingya and Kamans of Burma, versi terjemahan dan ringkas dari buku Rohingyas and Kamans karya M A Tahir Ba Tha. 

Dalam buku itu diterangkan pula soal asal mula nama Arakan, yang diduga merupakan distorsi serapan dari waktu ke waktu dari kata Raham atau frasa Raham Borri, yang berarti Tanah yang Diberkati Tuhan. 

Dari kafilah lalu terkategori “kalas”

Buku tersebut bertutur tentang rentetan panjang perjalanan pendahulu Rohingya. Mereka ditengarai merupakan bagian kafilah dagang dari Semenanjung Arab dan kru kapal karam yang lalu menetap di Arakan.

Catatan dalam buku itu menyebutkan pula, jejak Rohingya di Arakan sudah ditemukan sejak abad ke-8 Masehi. Perdagangan menjadi penghubung jazirah Arab sampai Indonesia melalui kawasan ini, didukung pula oleh kekayaan komoditas setempat yang laku di pasaran global waktu itu.

Jauh sebelum Burma merdeka pada 1948, Arakan sempat menjadi kerajaan Hindu, Buddha, dan Islam, dalam periode yang berbeda. Cerita damai di tanah Arakan disebut mulai berubah sejak invasi Burma (lama) ke Arakan, berlanjut lagi saat pendudukan Inggris di kawasan tersebut sejak 1824. 

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAmir Sodikin
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X