Wadie Hadad alias Abu Hani meninggal dunia di Jerman Timur diduga karena dibunuh agen-agen Mossad meski penjelasan resmi mengatakan pria itu meninggal akibat leukemia.
Direkrutnya ketiga pria Jepang ini adalah untuk mengelabui penjaga yang terfokus pada kemungkinan serangan dari Palestina.
Kembali ke sosok Okamoto, kepada diplomat Jepang yang menjenguknya dia mengatakan tak memiliki masalah atau dendam dengan rakyat Israel.
"Tetapi saya harus melakuannya karena itu adalah tugas saya sebagai seorang prajurit revolusi," kata Okamoto.
Dia kemudian diadili di pengadilan militer Israel dan dijatuhi hukuman seumur hidup pada 1972. Dia lolos dari hukuman mati karena mengakui telah berbuat salah.
Okamoto hanya menjalani 13 tahun penjara setelah dibebaskan pada 1985 bersama 1.000-an tahanan Palestina dalam sebuah tukar menukar tahanan dengan Israel.
Dia kemudian tinggal di Lembah Bekaa, Lebanon dan kembali ditangkap pada 1997 karena pelanggaran visa dan pemalsuan paspor.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Pasukan Khusus Israel Akhiri Pembajakan Sabena
Namun, pada 2000 Okamoto mendapatkan status pengungsi dari pemerintah Lebanon. Hingga saat ini pemerintah Jepang masih menginginkan Okamoto.
Di antara warga Israel yang tewas terdapat Profesor Aharon Katzir seorang pakar biofisika protein sekaligus kepala Akademi Sains Nasional Israel.
Aharon juga merupakan saudara laki-laki Ephraim Katzir yang terpilih menjadi presiden Israel pada 1973.
Pada Juni 2006, parlemen Puerto Rico sepakat untuk menjadikan 30 Mei sebagai hari besar untuk mengenang pada korban "pembantaianLod".
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.