Kompas.com - 30/05/2017, 19:00 WIB
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Pada 30 Mei 1972, terjadi sebuah peristiwa yang amat langka dalam kasus-kasus terorisme ketika tiga pria bersenjata asal Jepang membunuh 26 orang di bandara internasional Lod (kini bandara Ben Gurion) Tel Aviv, Israel.

Pada sekitar pukul 22.00 ketiga penyerang tiba di bandara tersebut dengan menggunakan maskapai Air France dari Roma, Italia.

Dengan mengenakan pakaian biasa serta menjinjing tas biola, mereka sama sekali tak menarik perhatian sesama penumpang atau aparat keamanan.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Hezbollah Rayakan Mundurnya Tentara Israel

Saat memasuki area ruang tunggu, ketiganya kemudian membuka tas biola itu yang ternyata di dalamnya berisi senapan serbu VZ 58 buatan Cekoslovakia.

Tanpa banyak bicara mereka langsung menembak secara membabi buta tanpa membedakan antara staf bandara atau para penumpang, yang di antaranya adalah kelompok peziarah asal Puerto Rico.

Tak hanya menembaki, ketiga orang itu Kozo Okamoto, Tsuyoshi Okuidara, dan Yasuyuki Yasuda juga  melemparkan granat saat mereka mengganti magasin peluru.

Yasuda kemudian tewas setelah tak sengaja terkena tembakan kawannya sendiri.

Tak lama kemudian Okuidara bergerak menuju lokasi pendaratan pesawat dan menembaki penumpang yang turun dari pesawat El Al sebelum tewas karena ledakan granatnya sendiri.

Sementara Okamoto ditembak aparat keamanan bandara lalu dibawa oleh staf maskapai El Al sebelum ditangkap ketika berusaha kabur dari terminal kedatangan.

Publik Jepang sangat terkejut dan awalnya tak memercayai berita yang menyebut warga negeri itu menjadi pelaku aksi teror mengerikan tersebut.

Rakyat Jepang baru percaya dengan kabar itu setelah pejabat kedutaan besar Jepang di Israel membenarkan bahwa Okamoto memang warga Negeri Matahari Terbit.

Okamoto adalah anggota dari Tentara Merah Jepang (JRA) yang kemudian bersama dua rekannya direkrut kelompok bersenjata Palestina PFLP-EO.

Ketiga warga Jepang itu mendapat pelatihian di Baalbek, Lebanon. Dan perencana aksi maut itu adalah Wadie Hadad alias Abu Hani, pemimpin PFLP-EO.

Abu Hani dianggap sangat bertanggung jawab dalam serangkaian pembajakan pesawat komersial pada 1960-an hingga 1970-an.

Wadie Hadad alias Abu Hani meninggal dunia di Jerman Timur diduga karena dibunuh agen-agen Mossad meski penjelasan resmi mengatakan pria itu meninggal akibat leukemia.

Direkrutnya ketiga pria Jepang ini adalah untuk mengelabui penjaga yang terfokus pada kemungkinan serangan dari Palestina.

Kembali ke sosok Okamoto, kepada diplomat Jepang yang menjenguknya dia mengatakan tak memiliki masalah atau dendam dengan rakyat Israel.

"Tetapi saya harus melakuannya karena itu adalah tugas saya sebagai seorang prajurit revolusi," kata Okamoto.

Dia kemudian diadili di pengadilan militer Israel dan dijatuhi hukuman seumur hidup pada 1972. Dia lolos dari hukuman mati karena mengakui telah berbuat salah.

Okamoto hanya menjalani 13 tahun penjara setelah dibebaskan pada 1985 bersama 1.000-an tahanan Palestina dalam sebuah tukar menukar tahanan dengan Israel.

Dia kemudian tinggal di Lembah Bekaa, Lebanon dan kembali ditangkap pada 1997 karena pelanggaran visa dan pemalsuan paspor.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Pasukan Khusus Israel Akhiri Pembajakan Sabena

Namun, pada 2000 Okamoto mendapatkan status pengungsi dari pemerintah Lebanon. Hingga saat ini pemerintah Jepang masih menginginkan Okamoto.

Di antara warga Israel yang tewas terdapat Profesor Aharon Katzir seorang pakar biofisika protein sekaligus kepala Akademi Sains Nasional Israel.

Aharon juga merupakan saudara laki-laki Ephraim Katzir yang terpilih menjadi presiden Israel pada 1973.

Pada Juni 2006, parlemen Puerto Rico sepakat untuk menjadikan 30 Mei sebagai hari besar untuk mengenang pada korban "pembantaianLod".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Wikipedia,BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.