Kompas.com - 26/05/2017, 17:03 WIB
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Jared Kushner yang tidak lain adalah menantu dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, diselidiki Biro Investigasi Federal (FBI) karena ia mengadakan pertemuan dengan pejabat tinggi Rusia.

Hal itu tidak diungkap Kushner ketika melalui semua proses untuk menjadi penasehat Presiden AS, ayah mertuanya itu.

Pertemuan antara Kushner dengan pejabat tinggi Rusia digelar Desember 2016, setelah mertuanya, Donald Trump, menang Pilpres AS.

Pertemuan itu kini dianalisa dalam investigasi  oleh FBI, terkait kemungkinan adanya campur tangan Rusia di saat kampanye pemilu, sehingga Trump bisa menang.

Demikian dilaporkan media AS, The Washington Post dan NBC.

Baca: Trump Pilih Menantunya Jadi Penasihat Senior Gedung Putih

Kushner, suami Ivanka Trump, dilaporkan bertemu dengan Duta Besar Rusia untuk AS, Sergey Kislyak dan bankir Russia, Sergey Gorkov.

Kushner tidak mengungkap adanya pertemuan tersebut ketika mengisi formulir sebagai persyaratan izin keamanan untuk bekerja di Gedung Putih.

Kushner menyatakan bersedia berkooperasi dengan FBI dalam penyelidikan tersebut. Demikian dinyatakan salah satu pengacaranya, Jamie Gorelick.

Menantu Donald Trump itu adalah satu-satunya pejabat Gedung Putih yang dianggap tokoh penting dalam penyelidikan FBI, yang juga memeriksa sejumlah anggota tim kampanye Trump lainnya.

Masih dicari

Sementara itu Joe Lieberman, seorang mantan Senator dan calon presiden, menarik kembali pencalonan dirinya untuk jadi Direktur FBI berikutnya, karena alasan konflik kepentingan. 

Baca: Trump Tunjuk Menantunya Jadi Penasihat Perdagangan dan Timur Tengah 

Lieberman diperhitungkan jadi calon kuat pengganti James Comey, yang dipecat Trump 9 Mei 2017. Ia sekarang bekerja pada sebuah kantor pengacara yang dipimpin Marc Kasowitz.

Kantor pengacara ini dipercaya Trump untuk mewakilinya dalam investigasi kolusi terhadap dia, yang sedang dilakukan Departemen Kehakiman dan Kongres.

Kantor pengacara Kasowitz dalam beberapa tahun terakhir sudah berkali-kali merepresentasikan Trump dalam beragam kasus.

James Comey memimpin penyelidikan dugaan kolusi terhadap Trump, sebelum dipecat oleh Presiden AS itu. Sejauh ini Trump dan pimpinan Russia tetap menolak tuduhan kerjasama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.