Kompas.com - 24/05/2017, 08:32 WIB
EditorErvan Hardoko

MANCHESTER, KOMPAS.com - Kepolisian Inggris telah menyebut tersangka pelaku serangan bom di Manchester, Senin (22/5/2017) malam bernama Salman Abedi (22).

Abedi adalah seorang pria keturunan Libya yang lahir di kota Manchester.

Kini prioritas kepolisian adalah menyelidiki apakab Abedi bekerja sendiri atau memiliki jaringan.

Baca: Salman Abedi, Pelaku Bom Bunuh Diri di Manchester, Siapa Dia?

Sebelumnya, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) lewat media sosial menyatakan salah satu simpatisannya adalah pelaku serangan di Manchester tersebut.

Sementara itu, pada Selasa (23/5/2017) malam ribuan orang berkumpul di alun-alun kota Manchester untuk mendoakan korban serangan itu.

Kepala Kepolisian Manchester Ian Hopkins menyerukan kepada warga untuk tidak terpecah belah.

Serangan di Manchester yang menewaskan 22 orang serta puluhan orang lainnya terluka langsung mendapat tanggapan dari seluruh dunia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut pihak-pihak yang berada di balik serangan bom bunuh diri di Manchester dan juga serangan-serangan serupa lainnya sebagai "para pecundang".

"Saya tidak akan memanggil mereka sebagai raksasa karena mereka suka dengan istilah itu. Saya menyebut mereka sebagai pecundang," kata Trump dalam lawatannya ke Tepi Barat, Palestina, Selasa (23/05).

Kecaman juga datang dari berbagai pemimpin dunia, salah satunya dari Presiden Polandia Andrzej Duda.

Duda mengatakan, bangsa Polandia ikut berbela sungkawa untuk keluarga para korban tewas dalam tragedi itu.

Duda kemudian meletakkan karangan bunga di depan kedubes Inggris di Warsawa ketika muncul berita sepasang suami istri dari Polandia hilang ketika menjemput putrinya di Manchester.

Sedangkan, Perdana Menteri Perancis Edouard Philippe meminta masyarakat negeri itu untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Bentuk terorisme yang paling pengecut kembali menyerang dengan menyasar tempat konser, seperti yang terjadi di Paris lebih dari satu tahun lalu," kata Philippe.

Dia merujuk pada serangan maut yang terjadi di gedung konser musik Bataclan di Paris pada November 2015.

Baca: ISIS: Bom Manchester Akan Disusul Serangan dengan Kendaraan

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ia siap meningkatkan kerja sama keamanan dengan Inggris setelah "kejahatan tak manusiawi ini".

Presiden China Xi Jinping juga telah menelepon Ratu Elizabeth II untuk menyampaikan bela sungkawa dan mengatakan, "Pada saat sangat sulit ini Inggris dan China berdiri bersama."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.