Usai Kemenangan Macron, Polisi Perancis Tangkap 141 Orang

Kompas.com - 08/05/2017, 17:06 WIB
Presiden terpilih Perancis, Emmanuel Macron. Patrick KOVARIK / AFP Presiden terpilih Perancis, Emmanuel Macron.
EditorGlori K. Wadrianto

PARIS, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Perancis menangkap setidaknya 141 orang, di timur Paris, Perancis, dalam satu malam. 

Penangkapan itu terjadi dalam bentrokan oleh massa pengunjuk rasa bertopeng, menyusul kemenangan Emmanuel Macron sebagai presiden baru Perancis.

Pemilihan presiden Perancis putaran II yang digelar pada 7 Mei kemarin.

Seperti diberitakan Associated Press, hingga Senin (8/5/2017), masih ada sembilan orang yang meringkuk di dalam tahanan, karena dituduh melakukan vandalisme.

Sebelumnya, selama masa kampanye pemilihan presiden, banyak kelompok mengadakan demonstrasi menentang pesaing Macron, Marine Le Pen.

Namun, beberapa kelompok anarkistis dan kelompok sayap kiri juga melakukan protes terhadap kedua kandidat tersebut.

Macron dinilai terlalu "ramah bisnis", sementara Le Pen dikenal berhaluan keras dan rasial.

Baca: Macron atau Le Pen, Keduanya Bisa Bebani Jerman

Proyeksi penghitungan suara memperlihatkan Macron, politisi tengah pro-Eropa, meraih sekitar 65 persen suara, sementara calon dari kanan jauh, Le Pen, meraih kurang lebih 35 persen suara.

Dalam pidato kemenangannya, Macron mengatakan lembaran baru tengah dimulai dalam sejarah Perancis.

"Saya ingin ini menjadi halaman tentang harapan dan rasa saling percaya," kata presiden termuda Perancis sepanjang sejarah.

Yang juga menarik dalam pilpres kali ini adalah untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, presiden terpilih bukan berasal dari dua partai utama, Sosialis dan Republik yang berhaluan kanan tengah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X