Kompas.com - 07/05/2017, 19:00 WIB
EditorErvan Hardoko

Pertempuran Dien Bien Phu pecah pada 13 Maret 1954 setelah sebuah serangan artileri dadakan Vietminh mengejutkan pasukan Perancis.

Serangan dadakan itu menghancurkan dua landasan udara yang digunakan Perancis untuk mengirim logistik. Vietminh juga menghancurkan satu-satunya jalan yang menghubungkan Dien Bien Phu dengan dunia luar.

Kondisi pasukan Perancis semakin buruk setelah musim hujan tiba dan mengubah lembah Dien Bien Phu menjadi sebuah kubangan lumpur raksasa.

Pengiriman perbekalan dan amunisi dengan cara diterjunkan dari udara juga tak efektif bahkan sebagian jatuh di garis pertahanan Vietminh.

Dengan kekalahan di depan mata, pasukan Perancis bertahan menunggu digelarnya Konferensi Geneva (26 April-20 Juni 1954).

Dalam konferensi ini dibahas upaya untuk menciptakan perdamaian di Indochina yang melibatkn AS, Uni Soviet, Perancis, Inggris, dan China.

Kembali ke Dien Bien Phu, pasukan Vietminh yang berada di perbukitan dengan mudah menghajar pasukan Perancis yang terpaksa menggali parit untuk bertahan.

Upaya terakhir Perancis melakuan ofensif adalah pada 4 Mei tetapi berakhir dengan kegagalan.

Vietminh kemudian membalas dengan menghancurkan pos-pos terdepan Perancis dengan roket Katyusha yang baru saja diperoleh dari Uni Soviet.

Babak akhir pertempuran brutal ini adalah pada 6-7 Mei 1954, ketika serangan besar-besaran Vietminh menggilas sisa-sisa pasukan Perancis yang bertahan mati-matian.

Pimpinan tertinggi militer Perancis Jenderal Cogny, yang bermarkas di Hanoi, kemudian memerintahkan Jenderal De Castries untuk menghentikan baku tembak pada pukul 17.30 lalu menghancuran semua peralatan yang tersisa.

Perintah resmi adalah tidak menggunakan bendera putih sehingga tindakan itu dianggap sebagai sebuah gencatan senjata bukan tanda menyerah

Sebagian besar pertempuran berhenti pada 7 Mei 1954, tetapi baku tembak masih terjadi di pos pertahanan Isabelle di sisi selatan Dien Bien Phu hingga 8 Mei 1954 pukul 01.00 dini hari.

Pertempuran yang berlangsung selama satu bulan, tiga pekan, dan tiga hari itu mengakibatka 2.200 personel militer Perancis tewas, 1.729 dinyatakan hilang, dan 11.721 menjadi tawanan.

Sedangkan di pihak Vietnam diperkirakan sebanyak 4.800-8.000 personel tewaas, 9.000-15.000 terluka.

Jumlah tawanan yang didapat pasukan Vietminh dalam pertempuran Dien Bien Phu merupakan yang terbanyak selama perang Indochina berkobar.

Kemenangan Vietminh di Dien Bien Phu ini sangat memengaruhi hasil Konferensi Geneva 1954 yang berakhir pada 21 Juli 1954.

Hasil konferensi itu adalah Perancis sepakat menarik mundur pasukan dari semua koloninya di Indochina dan membagi dua Vietnam dengan batas di sungai Ben Hai yang kemudian dikenal sebagai garis paralel ke-17.

Di sisi utara pemerintahan dikendalikan Vietminh yang dipimpin Ho Chi Minh dan di sisi selatan diserahkan kepada Negara Vietnam yang dipimpin Kaisar Bao Dai.

Konferensi itu juga menyepakati pemilihan umum pada Juli 1956 untuk mempersatukan negeri itu, yang sayangnya ditolak Ngo Dihn Diem, preiden Republik Vietnam yang didukung AS.

Penolakan ini kemudian memicu gelombang pertama Perang Indocina II yang lebih dikenal dengan nama Perang Vietnam yang melibatkan Amerika Serikat.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.