Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/05/2017, 19:15 WIB

KOMPAS.com - Salah satu berita terbesar di dunia terjadi pada 2 Mei 2011, ketika pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden tewas di rumah persembunyiannya di Abottabad, Pakistan.

Pria yang dituduh sebagai dalang tragedi 11 September 2001 itu tewas setelah pasukan khusus Amerika Serikat menggerebek rumah persembunyiannya itu.

Pria berjanggut lebat berusia 54 tahun itu akhirnya tumbang setelah diburu Amerika Serikat selama hampir satu dekade.

Penggerebekan itu dimulai sekitar pukul 01.00 dini hari waktu setempat ketika 23 anggota Navy Seal yang menumpang dua helikopter Black Hawak mendarat di Abbottabad, Pakistan.

Baca: Pasukan Navy Seal Satukan Kepala Osama bin Laden untuk Identifikasi

Salah satu helikopter itu mendarat darurat di dalam komplek kediaman Osama bin Laden tetapi tak mengakibatkan jatuhnya korban.

Dalam penggerebekan yang berlangsung selama 40 menit itu, lima orang termasuk Osama bin Laden dan seorang putranya yang sudah dewasa tewas.

Setelah itu, jenazah Osama bin Laden diterbangkan ke Afganistan untuk keperluan identifikasi lalu dikuburkan di salah satu sudut Laut Arab kurang dari 24 jam setelah kematiannya.

Berdasarkan data-data komputer dan bukti-bukti lain yang dikumpulkan Navy Seal dalam penggerebekan itu, terungkap bahwa Osama bin Laden berencana membunuh Presiden Barack Obama.

Selain itu, Osama juga merencanakan serangkaian serangan di wilayah Amerika Serikat termasuk satu serangan saat peringatan tragedi 11 September digelar.

Tak lama setelah serangan di New York yang menewaskan hampir 3.000 orang itu, Presiden George W Bush memutuskan Osama bin Laden, yang terlahir dari keluarga kaya Arab Saudi, menggunakan kekayaannya untuk mendanai operasi Al Qaeda.

Baca: Siapa Hamza, Anak Osama Bin Laden yang Kini Diburu AS?

Presiden Bush saat itu memerintahkan agar Osama bin Laden ditangkap hidup atau mati.

Pada Desember 2001, pasukan Amerika Serikat nyaris menangkap Osama bina Laden di sebuah kompleks gua di kawasan Tora Bora, Afganistan.

Saat itu, Osama berhasil lolos dan meneruskan perangnya melawan pemerintah Amerika Serikat selama beberapa tahun lagi.

Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com