Kompas.com - 11/04/2017, 11:17 WIB
Lukisan karya Karl Stenben ini mengisahkan kembalinya Napoleon Bonaparte dari Pulau Elba tempatnya diasingkan. WikipediaLukisan karya Karl Stenben ini mengisahkan kembalinya Napoleon Bonaparte dari Pulau Elba tempatnya diasingkan.
EditorErvan Hardoko

Salah satu peninggalan Napoleon adalah sistem peradilan, konstitusi, hak memilih untuk rakyat, dan mengakhiri sistem feodalisme Perancis. Dia juga sangat mendukung kemajuan pendidikan, sains, dan kesusastraan.

Beberapa aturan ciptaannya yang disebut Code Napoleon yang merupakan intisari kebebasan manusia hasil dari Revolusi Perancis seperti toleransi beragama tetap menjadi pondasi hukum sipil Perancis.

Pada 1812, karena mengira Rusia tengah merencanakan persekutuan dengan Inggris untuk melawan Perancis, Napoleon memutuskan melakukan invasi ke negeri Beruang Merah.

Namun, luasnya wilayah Rusia ditambah cuaca dingin menggigit membuat invasi itu gagal dan Napoleon harus menarik mundur pasukanya dengan kerugian yang teramat besar.

Sejak saat itu beberapa negara Eropa bersekutu untuk melawan Napoleon yang berujung kekalahan sang Kaisar pada 1814.

Saat itu, Napoleon menawarkan pengunduran diri dan putranya akan menduduki tahta Kaisar. Tawaran itu ditolak dan Napoleon diasingkan ke Pulau Elba.

Pada Maret 1815, Napoleon berhasil meloloskan diri dri Pulau Elba dan kembali ke Paris. Tak hanya itu dia bahkan berhasil mengumpulkan pengikut dan merebut kembali tahta Perancis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian sejarah mencatat dia menggunakan gelar Napoleon I selama 100 hari sebelum pasukannya dikalahkan dalam perang brutal melawan Inggris dan Prusia di Waterloo, Belgia pada Juni 1815.

Pertempuran Waterloo sekaligus mengakhiri kekaisaran Perancis karya Napoleon yang kemudian dibuang ke Pulau Santa Helena yang terpencil di tengah Samudera Atlantik.

Di pulau itulah Napoleon berada hingga dia meninggal dunia pada 5 Mei 1821 dalam usia 52 tahun. Dia diduga meninggal dunia akibat kanker perut meski banyak teori menyebut Napoleon tewas diracun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber History
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.