Kompas.com - 18/03/2017, 17:33 WIB
Selama dua bulan terakhir, foto Kim Jong Un sedang memegang rokok tak pernah muncul di media setempat. KCNA/BBCSelama dua bulan terakhir, foto Kim Jong Un sedang memegang rokok tak pernah muncul di media setempat.
EditorPascal S Bin Saju

Apakah pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un rasional? Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang baru, Nikki Haley, berpikir dia tidak rasional.

Haley mengatakan, setelah Korut melakukan uji coba rudal balistik secara simultan dua pekan silam, mengatakan, Ini bukan seorang yang rasional." Tetapi apakah Haley benar?

Jong Un mungkin memiliki banyak kelemahan, seperti ditulis oleh BBC.

Jong Un tanpa diragukan lagi merupakan orang yang kejam – kerabatnya berduka karena menjadi korban rezimnya, termasuk di dalam keluarganya sendiri, akan bersaksi tentang hal itu.

Dia mungkin telah menjalankan kebijakan ekonomi yang membuat masyarakatnya hidup dengan sebuah standar di bawah Korea Selatan (Korsel) dan China yang semakin meningkat.

Tampaknya dia memiliki masalah personal, seperti makan terlalu bamyak – sejumlah foto menunjukkan dia menggemuk – dan merupakan seorang perokok berat.

Tetapi, apapun kegagalan dan kelemahan itu, apakah dia sebenarnya irasional – yang dalam Kamus Bahasa Inggris Oxdord didefisinikan sebagai "tidak logis atau masuk akal, tidak diberkati dengan kekuatan akal?”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para ahli yang mempelajari dirinya berpikir dia berperilaku sangat rasional, meski dengan menyingkirkan dan meneror mereka yang berada di sekitarnya.

Prof Andrei Lankov dari Universitas Kookmin di Seoul mengatakan kepada BBC, “Dia merupakan orang yang sangat rasional. Dia kadang berlebihan.”

“Dia seringkali cenderung untuk melakukan pemaksaan yang berlebihan. Mengapa membunuh ratusan jenderal ketika puluhan yang akan melakukannya?”

"Sebagian besar orang yang Jong Un bunuh takkan pernah bergabung dengan sebuah konspirasi tetapi dia merasa lebih baik melakukannya.”

“Lebih baik membunuh sembilan jenderal yang loyal dan satu orang yang pontensial menjadi konspirator dibandingkan membiarkan seorang konspirator untuk bertahan hidup.”

TOSHIFUMI KITAMURA / AFP Foto ini diambil pada 2001, ketika Kim Jon Nam tiba di bandara Narita, Jepang.
Rasional

Prof John Delury dari Universitas Yonsei di Seoul mengatakan, bahkan pembunuhan saudara tirinya, Kim Jong Nam (merupakan tuduhan – yang dibantah oleh Pyongyang) merupakan sebuah sebuah aksi yang rasional, tidak baik, dan tapi rasional.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.