Kompas.com - 16/02/2017, 11:30 WIB
EditorPascal S Bin Saju

PRT yang dimaksud tidak memiliki izin bekerja di AS. Puzder mengatakan ia "merasa terhormat dicalonkan Trump untuk memimpin departemen tenaga kerja dan untuk mengembalikan tenaga kerja dan bisnis AS menuju kesejahteraan yang berkelanjutan."

"Walaupun saya tidak bertugas di pemerintahan, saya sangat mendukung presiden dan timnya yang sangat hebat," kata Puzder seperti dilaporkan Xinhua.

Senator asal negara bagian Vermont, Bernie Sander, melihat Puzder sebenarnya memang tidak layak dicalonkan sebagai menteri tenaga kerja.

Pengunduran diri Puzder dianggap sebagai kemenangan oleh kalangan Demokrat.

Sebelumnya, kalangan tersebut menuduh Puzder tidak memperlakukan para karyawannya dengan baik dan tidak mau menaikkan standar gaji.

Puzder juga dituding mendukung penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin di tempat kerja.

Selain itu, ada dugaan bahwa ia melakukan kekerasan terhadap mantan istrinya pada 1980-an.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.