Terlibat Perang di Tiga Front, AS Kekurangan Pilot Tempur

Kompas.com - 11/08/2016, 18:25 WIB
Petugas memandu pesawat F/A-18C Hornet di dek Kapal Induk USS George HW Bush milik US Navy di Teluk Persia, Minggu (10/8/2014). AFP PHOTO / US NAVY / Lorelei Vander GriendPetugas memandu pesawat F/A-18C Hornet di dek Kapal Induk USS George HW Bush milik US Navy di Teluk Persia, Minggu (10/8/2014).
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Angkatan Udara Amerika Serikat kesulitan memenuhi kekurangan 700 orang pilot hingga akhir tahun ini untuk keperluan perang di Irak, Suriah dan Libya.

Menteri Angkatan Udara Deborah Lee James kepada wartawan, Rabu (10/8/2016) mengatakan, dia berencana memberikan bonus sebesar 35.000 dolar atau sekitar Rp 458 juta setahun untuk para pilot drone agar tetap bekerja di angkatan udara.

Bonus ini meningkat dari sekitar 25.000 dolar yang selama ini diberikan. Bonus besar ini hanya bisa diambil para pilot drone setelah mereka menyelesaikan kontrak kerja dengan angkatan bersenjata.

Deborah menambahkan, angkatan udara membutuhkan persetujuan untuk meningkatkan bonus ini demi "menambal" kekurangan pilot.

Selama ini angkatan udara berjuang mempertahankan pilot-pilot mereka yang juga diinginkan maskapai penerbangan sipil yang menjanjikan gaji dan bonus yang lebih besar.

Lebih jauh Deborah menambahkan, kekurangan pilot ini bisa melonjak hingga 1.000 orang dalam beberapa tahun ke depan.

"Berbagai maskapai penerbangan diprediksi akan mempekerjakan lebih banyak pilot militer di masa depan," kata dia.

Sementara itu, Panglima Angkatan Udara AS Jenderal David Goldfein mengatakan, pihaknya ingin meningkatkan taraf hidup para pilot AU dan kondisi kehidupan militer mereka, termasuk soal perumahan dan pelatihan.

"Ini sudah menjadi krisis. Penguasaan udara bukan milik alami Amerika, hal ini harus diperjuangkan," ujar Goldfein.

Dia mengatakan, jumlah pilot AU yang meninggalkan kedinasan sangat tinggi, sehingga meningkatkan kualitas kerja dan pendapatan diharapkan bisa menyelesaikan masalah.

Permasalahan bertambah ketika personel militer yang ditugaskan ke luar negeri semakin sering terlibat dapam perang udara dibanding dua dekade terakhir.

Goldfein menegaskan, sejauh ini kekurangan pilot belum memengaruhi kampanye operasi udara di Irak, Suriah dan Libya.

Namun, penugasan ke zona perang yang terus menerus lama kelamaan akan memengaruhi keputusan para pilot untuk menanggalkan seragam militer mereka.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X