Fenomena Brexit dan Konsekuensi Masa Depannya: Deglobalisasi?

Kompas.com - 05/08/2016, 21:57 WIB
. catholicherald.co.uk.
EditorWisnubrata

Reaksi masyarakat dunia menentang pasar terbuka tak terbendung. Namun era degloblisasi belum cukup kuat menemukan momentumnya.

Brexit sebagai hasil referendum warga Inggris untuk keluar dari Masyarakat Uni Eropa meningkatkan risiko penularan di berbagai negara di Eropa.

Banyak pihak yang menebak-nebak negara mana di Uni Eropa yang akan meninggalkan Uni Eropa berikutnya dan apakah fenomena tersebut dapat menghancurkan tatanan Eropa pascaperang Dunia kedua.

Sebulan kemudian, jelas bahwa Brexit bukan menjadi flash point dari degredasi tersebut namun Brexit adalah awal dari degradasinya Uni Eropa.

Brexit merupakan sebuah petunjuk awal dari sebuah manifestasi deglobalisasi secara global yang disebabkan dari kondisi ekonomi pasca krisis 2008.

Kondisi tersebut memiliki tanda-tanda hampir serupa yaitu pertumbuhan ekonomi melambat, peningkatan kesenjangan ekonomi dan ketidaksetujuan terhadap imigran pendatang serta ketidakpuasan terhadap pemimpin incumbent.

Sebenarnya kondisi tersebut sudah ditandai jauh hari sebelum krisis 2008. Para pemimpin politik di Inggris telah menyakinkan masyarakat untuk menyetujui kebijakan-kebijakannya. Masyarakat diyakinkan bahwa kebijakan tersebut akan memperbaiki kehidupan ekonomi dan sosial mereka. Namun yang terjadi adalah kehidupan itu menjadi lebih buruk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di seluruh dunia, gerakan pergolakan anti kemapanan telah berkecamuk sejak krisis. Pada 30 negara demokrasi di dunia, pemimpin incumbent telah memenangkan sedikitnya 1/3 dari pemilu nasional setiap tahun sejak 2008. Jumlah tersebut turun dibandingkan tahun-tahun sebelum 2008 dimana pemimpin incumbent memenangkan 2/3 dari pemilu nasional.

Dari 20 top negara maju dan berkembang, secara rerata pemimpin incumbent (yang sedang berkuasa) mendapatkan kekuasaannya kembali sebesar 54% pada sebelum 2008 dan bandingkan turun menjadi 37% setelah tahun 2008. (Sumber: Brookings Institute Annual Report 2015).

Kemarahan publik pada pemerintah yang sedang berkuasa sekarang dapat dilihat sebagai anugerah bagi kalangan populis sayap kanan seperti Donald Trump, Marine Le Pen, dan para pemimpin berkampanye Brexit. Hal ini, mau tidak mau dinilai sebagi perlawanan terhadap kemapanan, bukan perlawanan ideologi kiri atau kanan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.