Kompas.com - 11/06/2016, 11:51 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

LOUISVILLE, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan adalah salah satu dari sejumlah tokoh dunia yang sejak awal menyatakan akan hadir dalam rangkaian prosesi pemakaman legenda tinju dunia Muhammad Ali.
 
Erdogan pun memenuhi janjinya itu. Secara khusus dia melakukan penerbangan menuju Louisville, Kentucky, kota kelahiran Ali, untuk memberikan penghormatan terakhir, Kamis (9/6/2016) lalu.
 
Namun di luar dugaan, seperti dilansir laman DailyMail, Jumat (10/6/2016) atau Sabtu WIB, Erdogan memperpendek jadwal perjalanannya. Dia terbang kembali ke Turki pada Kamis malam, usai mengikuti doa bersama.
 
Sebelumnya dia dijadwalkan mengikuti seluruh rangkaian acara yang digelar sepanjang hari di Louisville, Jumat.
 
Kepulangan Erdogan itu ternyata merupakan buntut dari kemarahannya. Sebelumnya, nama dia dicoret dari daftar tokoh yang bakal memberikan sambutan di rangkaian prosesi pemakaman, dengan alasan keterbatasan waktu.
 
Tak hanya itu, mengutip dari the Dogan news agency,  panitia penyelenggara pemakaman pun menolak niat Erdogan untuk meletakkan kain dari Ka'bah di atas kafan yang membalut jenazah Ali.
 
Selain itu, keinginan Erdogan agar Menteri Agama Turki Mehmet Gormez membaca bagian dari ayat Al-Quran dalam acara tersebut juga tak bisa diwujudkan.
 
Bahkan, para pengawal Presiden Turki juga sempat terlibat pertengkaran dengan otoritas dinas rahasia AS ketika berada di Louisville.
 
Erdogan lantas meninggalkan AS setelah menghadiri acara doa untuk Ali, dan mengikuti acara buka puasa bersama warga Meskhetian Turks, -sebuah kelompok etnis asli Turki yang di era Stalin, tahun 1940-an, terusir dari kampung halaman (sekarang wilayah Georgia, berbatasan dengan Turki).
 
Sebelumnya, selain Erdogan, Raja Jordan Abdullah juga dijadwalkan memberikan sambutan dalam acara penghormatan untuk Muhammad Ali.
 
"Ini bukan soal siapa mereka, ini semata-mata karena kami tak memiliki kesempatan yang cukup untuk memberikan kesempatan kepada mereka," kata Jurubicara keluarga Ali, Bob Gunnell.
 
Gunnel lalu menambahkan, sesunguhnya, perwakilan para tokoh tersebut telah menerima kenyataan itu dengan baik, dan mengaku mengerti dengan keadaan tersebut.
 
Dalam perjalanan menuju AS, Erdogan menguraikan pujian untuk sosok Ali. Dia menyebut Ali sebagai tokoh yang tak hanya berjuang di atas ring tinju, tapi juga berjuang untuk umat Islam di muka bumi.
 
Baca: Obama: Muhammad Ali, Warga AS Kurang Ajar yang Jadi Inspirasi Saya...
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.