Kompas.com - 04/12/2015, 20:10 WIB
Kelompok ISIS menggelar konvoi dengan menumpangi mobil Toyota. Mirror.co.ukKelompok ISIS menggelar konvoi dengan menumpangi mobil Toyota.
EditorFarid Assifa
KOMPAS.com — Minyak mungkin bukan sumber pendapatan terbesar bagi para ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Namun, hal itu merupakan sesuatu yang paling menggoda.

Para makelar, masyarakat sipil, pemberontak, dan Pemerintah Suriah sulit mengatakan tidak untuk minyak murah yang dikirim ke pintu rumah, bahkan jika diproduksi oleh militan brutal yang sedang mereka perangi.

Perdagangan minyak membuat ISIS meraup antara 100 juta dollar AS dan 500 juta dollar AS per tahun. Penghasilan itu ditambah dengan uang yang dihasilkan ISIS dari "pajak" pemerasan dan pencurian.

"(Minyak) telah memberikan mereka kebebasan untuk bermanuver. Peluang lebih banyak untuk menarik orang dan mendanai operasi-operasi mereka," ujar Howard Shatz, ekonom senior pada Rand Corporation.

"Semakin banyak uang yang mereka miliki, semakin banyak serangan yang bisa mereka danai, dan mereka dapat menjalankan sesuatu yang tampak seperti sebuah negara," ujar Shatz.

Jadi, mengapa koalisi pimpinan AS gagal menghentikan perdagangan tersebut?

"Tidak mudah menanggulangi masalah tersebut," ujar Ben Bahney, juga dari Rand, kepada VOA.

"Gambarannya sulit didapat. Ada kesenjangan besar dalam cakupan."

Selain itu, ujar Bahney, setelah ISIS menjual minyak kepada makelar di sumur minyak, ratusan truk akan membawa minyak mentah ke kawan dan lawan, pasukan Pemerintah Suriah pimpinan Bashar al-Assad, wilayah Kurdi, kepada pemberontak yang didukung AS, ke Turki, kilang-kilang bergerak, dan untuk operasi internal.

Bukan prioritas

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X