Anak-anak Suriah Diberi Obat Tidur agar Tak Takut Bom

Kompas.com - 13/10/2015, 21:52 WIB
AFP Laporan pegiat setempat menyebutkan helikopter pemerintah menjatuhkan tiga bom di Aleppo.
SURIAH, KOMPAS.com — Blok-blok apartemen yang rusak parah, senjata AK 47, bendera hitam, tank-tank, dan jet rusia. Itulah gambaran terkini di Suriah. Kematian dan kehancuran bangunan telah menghilangkan gagasan apa pun tentang kehidupan.

Di tengah porak-porandanya Suriah, kehidupan masih berlanjut.

"Orang-orang masih berusaha untuk bertahan," kata jurnalis Zaina Erhaim. "Mereka masih jatuh cinta. Mereka masih bisa mengantarkan anak-anaknya ke sekolah kendati lokasinya di bawah tanah.

"Mereka (anak-anak) tetap menjalankan kehidupannya. Mereka masih bersekolah. Mereka masih bisa berbelanja. Namun, segalanya berbeda."

Aleppo, tempat yang menjadi medan pertempuran ISIS, militan Islam lainnya, pemberontak moderat, dan pasukan rezim Assad, telah hancur. Kendati demikian, kehidupan yang normal masih ada. Anak-anak mengubah kuburan menjadi tempat bermain. Demikian kata Erhaim.

Dia pernah bertanya kepada seorang ibu yang juga kepala sekolah bagaimana dia menghindarkan anak-anak dari rasa takut, terutama pada malam-malam pengeboman yang begitu ekstensif.

"Dia mengatakan bahwa dia memberikan anak-anak obat tidur sehingga mereka tidak akan takut lagi."

Ibu lainnya, kata Erhaim, mengatakan bahwa mereka menjemput anaknya dari sekolah bukan karena khawatir terbunuh, melainkan takut dia terbunuh sendirian.

"Jadi, masalahnya bukan menghindarkan anak agar tak terbunuh, melainkan agar mereka bisa mati bersama-sama."

"Begitu menakutkan. Namun, mereka masih di sana. Mereka masih berusaha untuk hidup," kata Erhaim.



EditorFarid Assifa
SumberCNN
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Bobol Atap, Bos Mafia Italia Rocco Morabito Kabur dari Penjara di Uruguay

Bobol Atap, Bos Mafia Italia Rocco Morabito Kabur dari Penjara di Uruguay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

Internasional
Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Internasional
Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Internasional
Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Internasional
'Manusia Pohon' Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi untuk Terbebas dari Sakit

"Manusia Pohon" Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi untuk Terbebas dari Sakit

Internasional
Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Internasional
Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Internasional
Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Internasional
Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Internasional
Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Internasional
Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Internasional
China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

Internasional
Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Internasional
Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Internasional

Close Ads X