Kompas.com - 14/09/2015, 05:14 WIB
Pengungsi Suriah dan migran berjalan usai melintasi perbatasan antara Macedonia dengan Serbia, 30 Agustus 2015. AFP PHOTO / ARIS MESSINISPengungsi Suriah dan migran berjalan usai melintasi perbatasan antara Macedonia dengan Serbia, 30 Agustus 2015.
EditorFidel Ali
KOMPAS.com - Jerman, Austria dan Republik Ceko memperketat pengawasan perbatasan menyusul banjirnya pengungsi dan pendatang di kota Muenchen serta kota-kota lain.

Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere mengatakan pengawasan di perbatasan wilayah Jerman dengan Austria diterapkan sementara untuk mengatasi membanjirnya pengungsi dan imigran.

"Tujuan langkah ini adalah untuk membatasi gelombang masuknya orang ke Jerman saat ini dan untuk memulihkan prosedur yang tertib ketika orang masuk ke Jerman," kata Thomas de Maiziere dalam jumpa pers di Berlin, Minggu malam (13/09/2015).

Ditambahkan pula, pengungsi "tidak bisa memilih" negara tujuan dan menyerukan agar negara-negara lain anggota Uni Eropa berbuat lebih banyak.

Kebijakan itu akhirnya ditempuh setelah lebih dari 13.000 imigran dan pengungsi masuk ke Muenchen saja pada Sabtu (12/09). Selain itu, terdapat sekitar 1.400 orang yang tiba hari Minggu (13/09). Jumlah tersebut belum termasuk mereka yang tiba pekan-pekan sebelumnya.

Langkah Jerman bertentangan dengan zona Schengen, yang memungkinkan pergerakan bebas antarbanyak negara Eropa. Namun kesepakatan itu memang memungkinkan pembatalan sementara.

Sementara itu, pihak berwenang yang menangani layanan kereta Austria mengumumkan kereta dengan tujuan Jerman dan sebaliknya dibatalkan selama 12 jam sampai Senin pagi (14/09/2015).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Republik Ceko, yang selama ini dijadikan rute alternatif menuju Jerman, telah menyatakan akan meningkatkan pengawasan di perbatasannya dengan Austria.

Menurut Menteri Dalam Negeri Milan Chovanecsaid, langkah-langkah lain bisa saja diberlakukan tergantung pada jumlah pengungsi yang hendak masuk ke Republik Ceko.

Eropa bagian barat sedang dilanda gelombang pengungsi dan imigran, sebagian besar dari Suriah tetapi ada pula yang berasal dari Afghanistan, Eritrea dan negara-negara lain untuk melarikan dari peperangan dan kemiskinan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X