ISIS Kuasai Lagi Kota Suriah Utara dari Kurdi

Kompas.com - 07/07/2015, 09:00 WIB
ISIS melancarkan sejumlah serangan balasan mematikan terhadap Kurdi beberapa minggu terakhir. APISIS melancarkan sejumlah serangan balasan mematikan terhadap Kurdi beberapa minggu terakhir.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Milisi kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS dilaporkan kembali menguasai sebuah kota di dekat wilayah mereka di Suriah utara, Raqqa, dari pasukan pimpinan Kurdi.

Badan pengawas Suriah yang bermarkas di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, menyatakan kaum jihad menguasai Ain Issa dan desa-desa di dekatnya sebelum Senin (6/7/2015) siang.

Namun seorang juru bicara Kurdish Popular Protection Units (YPG) mengatakan mereka masih terus melawan serangan ISIS. Pejuang YPG dan pemberontak sekutu Suriah baru saja menguasai Ain Issa dua minggu lalu.

Kota yang hanya berada 50 km di utara Raqqa tersebut berada di persimpangan jalan utama dari wilayah de facto 'kekhalifahan' yang dinyatakan ISIS, dengan daerah yang mereka kuasai di Provinsi Aleppo, ke arah barat dan Provinsi Hassakeh, ke timur.


Dalam beberapa minggu terakhir, ISIS melancarkan sejumlah serangan balasan mematikan terhadap pihak Kurdi.

Sebelumnya kelompok jihad itu tersebut mengalami serangkaian kekalahan di daerah sepanjang perbatasan Turki sejak dipaksa mundur dari kota Kobane pada Januari.

Syrian Observatory menyatakan milisi ISIS menguasai kembali Ain Issa dan wilayah sekitarnya secara penuh pada hari Senin sebagai bagian dari serangan skala besar di Provinsi Raqqa dan Hasakeh.

Puluhan pejuang YPG dan pemberontak tewas dan terluka, tambah kelompok tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X