Kompas.com - 16/01/2015, 18:39 WIB
EditorErvan Hardoko
KARACHI, KOMPAS.com - Dua orang terluka, salah satunya tertembak, dalam bentrokan antara polisi Pakistan dan pengunjuk rasa anti-majalah Charlie Hebdo di depan kantor konsulat Pakistan di Karachi, Jumat (16/1/2015).

Polisi menembakkan meriam air dan gas air mata ke arah sayap pelajar partai Jamaat-e-Islami, yang menggelar aksi unjuk rasa nasional menentang penggambaran Nabi Muhammad dalam edisi terbaru majalah satir Charlie Hebdo.

Unjuk rasa ini terjadi sehari setelah PM Nawaz Sharif bersama parlemen Pakistan mengecam keras sampul terbaru majalah Charlie Hebdo yang kantornya diserang pekan lalu dan menewaskan 12 orang itu.

Ribuan aktivis partai itu turun ke jalan di seluruh wilayah Pakistan, termasuk para pengikut Jamaat-ud-Dawa yang merupakan bagian dari kelompok terlarang Lashkar-e-Taiba yang menjadi otak serangan Mumbai pada 2008.

Sementara itu, Jamat-ul-Ahrar, salah satu faksi Taliban Pakistan, merilis pernyataan yang memuji Cherif dan Said Kouachi yang menjadi pelaku utama penyerangan majalah Charlie Hebdo. Kelompok ini mengatakan dua bersaudara Kouachi telah membebaskan dunia dari keberadaan para para penghujat Islam.

Di kota Peshawar, pengunjuk rasa mewarnai aksi unjuk rasa dengan membakar bendera Perancis di jalanan kota itu. Unjuk rasa dengan tema sama juga digelar di ibu kota Islamabad dan Lahore.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.