Kompas.com - 11/12/2014, 20:38 WIB
Dalai Lama duduk di sebelah pendeta Budha asal Perancis, Matthieu Ricard, dalam jumpa pers setelah mengunjungi Parlemen Swiss pada Selasa (16/4/2013), dalam kunjungan enam hari di negeri itu. Sayangnya, kunjungan Dalai Lama ke Universitas Sydney, Australia yang dijadwalkan Juni mendatang dibatalkan pihak universitas. Langkah ini menuai kecaman pedas dari para aktivis dan sejumlah anggota parlemen China. FABRICE COFFRINI / AFPDalai Lama duduk di sebelah pendeta Budha asal Perancis, Matthieu Ricard, dalam jumpa pers setelah mengunjungi Parlemen Swiss pada Selasa (16/4/2013), dalam kunjungan enam hari di negeri itu. Sayangnya, kunjungan Dalai Lama ke Universitas Sydney, Australia yang dijadwalkan Juni mendatang dibatalkan pihak universitas. Langkah ini menuai kecaman pedas dari para aktivis dan sejumlah anggota parlemen China.
EditorErvan Hardoko
VATICAN CITY, KOMPAS.com — Paus Fransiskus tidak akan bertemu dengan Dalai Lama saat pemimpin spiritual Tibet itu berkunjung ke Roma akhir pekan ini. Demikian ujar juru bicara Vatikan, Kamis (11/12/2014), tentang langkah yang tampaknya dipilih untuk menghindari kecaman China.

Dalai Lama dijadwalkan tiba di Roma pada Jumat (12/12/2014) untuk melakukan kunjungan selama tiga hari dan menghadiri pertemuan dengan para pemenang hadiah Nobel.

Ajang ini seharusnya digelar di Afrika Selatan, tetapi kemudian dipindahkan ke Italia setelah Pretoria yang tengah berusaha meningkatkan hubungan ekonomi dengan China menolak menerbitkan visa untuk pemimpin spiritual berusia 79 tahun itu.

Sejumlah sumber di Vatikan mengatakan, keputusan untuk tidak bertemu dengan Dalai Lama ini menunjukkan kekhawatiran akan kemungkinan reaksi negatif dari China. Selain itu, langkah tersebut dipilih untuk tidak mengganggu upaya Vatikan memperbaiki hubungannya dengan China.

"Paus Fransiskus sangat menghormati Dalai Lama, tetapi beliau tidak dijadwalkan bertemu dengan salah seorang dari para pemenang hadiah Nobel. Sri Paus hanya akan mengirimkan pesan video ke konferensi para pemenang Nobel," demikian juru bicara Vatikan.

Terakhir kali Dalai Lama bertemu dengan pemimpin Gereja Katolik dunia adalah delapan tahun lalu saat mengunjungi Paus Benediktus XVI pada Oktober 2006.

Sejumlah kritik dilayangkan terhadap langkah pasif Vatikan itu yang dianggap bertentangan dengan keinginan Paus Fransiskus untuk meningkatkan dialog antaragama. Apalagi, hubungan antara Gereja Katolik dan agama Buddha tampaknya akan menjadi tema utama dalam kunjungan Paus Fransiskus ke Sri Lanka bulan depan.

Vatikan tak memiliki hubungan diplomatik dengan China sejak hubungan itu diputuskan Mao Zedong pada 1951. Dalam kunjungannya ke Korea Selatan pada Agustus lalu, Paus menyerukan normalisasi hubungan diplomatik kedua negara.

Meski demikian, Paus menekankan hubungan diplomatik kedua negara bisa dipulihkan jika umat Katolik China mendapatkan kebebasan untuk menjalankan agamanya. Syarat lain yang ditekankan Paus Fransiskus adalah Vatikan memiliki hak untuk menunjuk para uskup di negeri dengan penduduk terpadat di dunia itu.

Diperkirakan sebanyak 12 juta warga China memeluk Katolik, separuh dari mereka menjalankan ibadah di bawah gereja yang dikendalikan pemerintah. Sisanya secara diam-diam beribadah di gereja-gereja bawah tanah yang setia kepada Vatikan.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X