Kompas.com - 07/07/2014, 22:32 WIB
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Tiga gerai restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken (KFC) memilih hengkang dari daerah konflik di Yala dan Patani, Thailand. Padahal, ketiganya sudah beroperasi lebih dari sepuluh tahun. Demikian tulis laman Bangkok Post pada Senin (7/7/2014).

Di Thailand, Yum Restaurants International (Thailand) Co adalah pemegang waralaba KFC dan Pizza Hut. Perusahaan itu sudah menjawab konfirmasi media ihwal rencana tersebut. "Menurut rencana, Selasa atau Rabu restoran akan tutup," kata sumber Yum Restaurants International Co di Bangkok.

Perbincangan mengenai rencana angkat kaki itu di internal perusahaan memang sudah berlangsung sejak setahun silam. Pasalnya, restoran itu menderita kerugian selama konflik makin membara di kedua wilayah Thailand itu. KFC juga risau akan keselamatan karyawannya.

Catatan menunjukkan pada kerusuhan 24 Mei lalu, banyak karyawan KFC menjadi korban terluka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.