Korsel Peringatkan Jepang Soal Hubungan dengan Korut

Kompas.com - 03/07/2014, 15:21 WIB
Dalam foto yang ditampilkan stasiun televisi pemerintah Korea Utara, terlihat Kim Jong Un berada di menara salah satu kapal selam AL Korea Utara bersama komandan kapal selam tersebut. KCNA/Sky NewsDalam foto yang ditampilkan stasiun televisi pemerintah Korea Utara, terlihat Kim Jong Un berada di menara salah satu kapal selam AL Korea Utara bersama komandan kapal selam tersebut.
EditorEgidius Patnistik
SEOUL, KOMPAS.COM - Korea Selatan memperingatkan Jepang, Kamis (3/7/2014), terkait langkah Jepang yang dinilai merongrong upaya untuk memaksa Korea Utara meninggalkan senjata nuklirnya, setelah Tokyo mengumumkan pencabutan sejumlah sanksi tertentu terhadap Pyongyang.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan, sejumlah sanksi sepihak akan dicabut setelah ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Korut terkait penuculikan warga  Jepang pada masa Perang Dingin.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian luar negeri Korea Selatan mengatakan pihaknya mengakui sifat "kemanusiaan" dari perhatian Jepang atas isu penculikan itu. Namun pihaknya juga menekankan, setiap diskusi antara Jepang dan Korea Utara terkait isu-isu yang tertunda, termasuk pencabutan sanksi, harus dilakukan secara "transparan".

"Dan setiap kebijakan yang diambil pemerintah Jepang tidak boleh menyakiti koordinasi internasional antara Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang atas program nuklir dan rudal Korea Utara," tambah pernyataan itu.

Amerika Serikat dan dua sekutu militer utamanya di Asia secara umum berada dalam satu front terkait isu nuklir Korea Utara. Tetapi sebuah keretakan yang kian mendalam antara Seoul dan Tokyo, terkait sengketa yang bersumber pasa masa Perang Dunia II dan penjajahan Jepang atas Semenanjung Korea, telah membuat aliansi itu terlihat semakin rapuh.

Para pejabat Korea Selatan mengatakan, Pyongyang menggunakan isu penculikan untuk mengeksploitasi kerapuhan itu.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X