Kompas.com - 02/06/2014, 15:09 WIB
Mantan PM Luksemburg Jean-Claude Juncker wikimedia.orgMantan PM Luksemburg Jean-Claude Juncker
EditorEgidius Patnistik
BERLIN, MINGGU — Perdana Menteri Inggris David Cameron mengingatkan, ia tak bisa menjamin Inggris tetap menjadi anggota Uni Eropa (UE) jika para pemimpin Eropa memilih mantan PM Luksemburg Jean-Claude Juncker menjadi Presiden Komisi Eropa. Selain dari Inggris, penolakan atas Juncker juga muncul dari Perancis.

Kendati menghadapi penolakan dari beberapa negara besar, Juncker yakin dirinya bakal terpilih menjadi Presiden Komisi Eropa. Juncker diusung Partai Rakyat Eropa (European People’s Party/EPP) beraliran konservatif, yang meraih suara terbanyak dalam pemilihan Parlemen Eropa, pekan lalu.

Kepada koran Jerman, Bild am Sonntag, Minggu (1/6), Juncker menegaskan, dia mengantongi dukungan ”mayoritas besar” para pemimpin konservatif dan kiri- tengah. ”Di Parlemen Eropa, mayoritas kepala negara, pemerintahan Kristen-Demokrat dan Sosialis, mendukung saya,” kata Juncker dalam potongan wawancara yang dilansir Bild.

Presiden Komisi Eropa dipilih para pemimpin negara-negara Uni Eropa. Namun, ia harus disetujui parlemen hasil pemilu yang menghasilkan cukup banyak dukungan bagi kubu anti UE. Pemilihan Presiden Komisi Eropa akan digelar pertengahan Juli.

Referendum

Majalah Jerman, Der Spiegel, mengutip Cameron yang pada saat reses pertemuan tingkat tinggi UE di Brussels, Belgia, Selasa lalu, menyatakan, jika Juncker jadi Presiden Komisi Eropa, dia tidak bisa menjamin Inggris meneruskan keanggotaan di UE.

Menurut majalah itu, peserta pertemuan menangkap pernyataan Cameron sebagai pesan bahwa referendum masyarakat Inggris untuk menentukan keluar atau tidaknya negeri itu dari UE bakal digelar jika suara mayoritas ternyata memilih Juncker.

Di mata Cameron, Juncker dianggap condong ke gagasan Federasi Eropa. Hal ini diprediksi merusak harapan Cameron bahwa UE akan dipimpin reformis yang bisa memperbaiki hubungan UE dengan Inggris. Menurut Spiegel, penolakan Cameron disampaikan dengan kata-kata, ”Wajah ’80-an tak bisa memecahkan persoalan-persoalan lima tahun ke depan.”

Sebelumnya, Cameron berjanji melakukan negosiasi ulang syarat keanggotaan Inggris di UE. Dia berjanji, jika Partai Konservatif yang dipimpinnya memenangi pemilu Inggris 2015, ia akan menggelar referendum pada akhir 2017 untuk menentukan apakah Inggris bertahan di UE atau keluar.

Senin lalu, ia menolak pertanyaan soal referendum setelah Partai Konservatif kalah dari Partai Kemerdekaan Inggris Raya (UKIP) yang anti UE dalam pemilu Parlemen Eropa di Inggris. Juru bicara kantor PM Inggris menolak berkomentar tentang artikel dalam Spiegel tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X