100 Lebih Penumpang Kapal Tenggelam di Korsel Belum Ditemukan

Kompas.com - 16/04/2014, 14:10 WIB
Sejumlah helikopter penyelamat terbang di atas sebuah kapal penumpang Korea Selatan, berusaha untuk menyelamatkan para penumpang dari kapal yang sedang tenggelam di lepas pantai selatan Korea Selatan, Rabu (16/4/2014). Sebuah kantor pemerintah mengatakan kapal penumpang yang membawa sekitar 470 orang mengirimkan panggilan darurat setelah mulai miring ke satu sisi. 

AP Photo/YonhapSejumlah helikopter penyelamat terbang di atas sebuah kapal penumpang Korea Selatan, berusaha untuk menyelamatkan para penumpang dari kapal yang sedang tenggelam di lepas pantai selatan Korea Selatan, Rabu (16/4/2014). Sebuah kantor pemerintah mengatakan kapal penumpang yang membawa sekitar 470 orang mengirimkan panggilan darurat setelah mulai miring ke satu sisi.
EditorEgidius Patnistik
SEOUL, KOMPAS.COM - Sejumlah kapal dan helikopter penyelamat bergegas untuk menolong ratusan penumpang, kebanyakan siswa SMA, dari sebuah ferry saat kapal itu miring dan tenggelam perlahan di lepas pantai barat daya Korea Selatan, Rabu (16/4/2014). Sejauh ini, dua orang dipastikan tewas dan 100 lebih masih dinyatakan belum ditemukan.

Menurut laporan CNN, dari 474 orang di atas kapal itu, sebanyak 368 orang telah berhasil diselamatkan, kebanyakan dari perairan yang sangat dingin di mana mereka telah melompat dari kapal itu.

Menurut sejumlah pejabat Korea Selatan (Korsel), setidaknya dua orang dipastikan tewas dan 104 orang masih belum ditemukan.

Operasi penyelamatan masih berlangsung pada pukul 14.00 waktu setempat, empat jam setelah ferry itu pertama kali mengirim sinyal marabahaya.

Pihak berwenang belum bisa langsung mengatakan apa yang menyebabkan ferry itu tenggelam. Cuaca di daerah itu pada saat kejadian bagus.

Ferry tersebut, Sewol, membawa 447 penumpang dan 27 awak. Di antara para penumpang itu, sekitar 320 orang adalah siswa sekolah menengah. Kelompok itu berangkat dari kota pelabuhan Incheon, di Seoul barat, untuk perjalan empat hari ke pulau wisata Jeju.

Pada sekitar pukul 09.00 waktu setempat, ferry mengirimkan panggilan darurat pertama. Saat itu kapal itu mulai miring.

Seorang siswa yang berhasil diselamatkan, Lim Hyung Min, mengatakan kepada televisi YTN yang merupakan jaringan CNN bahwa ia mendengar benturan keras. Ferry mulai tenggelam setelah itu. Semua orang diperintahkan untuk mengenakan jaket pelampung dan melompat, katanya. Lim mengatakan ia melompat ke laut sebelum berenang ke kapal penyelamat. "Saya harus berenang sedikit untuk sampai ke kapal agar diselamatkan," katanya. "Air sangat dingin dan saya ingin hidup."

Saat kru penyelamat berusaha mati-matian untuk menyelamatkan para penumpang, ferry itu perlahan-lahan miring pada salah satu sisinya. Setelah beberapa waktu, ferry berbobot 6.800 ton itu pun tenggelam. Hanya lambungnya yang berwarna putih dan biru saja yang tetap di atas air.

Media lokal, termasuk YTN, melaporkan bahwa semua siswa di kapal itu telah diselamatkan. Penjaga Pantai Korea Selatan belum mengkonfirmasi laporan tersebut.

Seorang penumpang bernama Kim Seung Mok mengatakan bahwa, meskipun ia dan sejumlah orang lain telah berupaya, ia tidak bisa menolong beberapa penumpang di salah satu deck. "Saya bertahan sampai saat terakhir untuk menyelamatkan orang-orang di lorong," kata Kim kepada YTN. "Namun air datang begitu cepat (sehingga) beberapa orang tidak bisa keluar."



Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X