Kompas.com - 22/01/2014, 22:41 WIB
Pengungsi Suriah dan seorang anaknya terlihat di jalanan Lebanon. Gambar diambil pada 18 Juli 2013. Seiring tak kunjung usainya konflik di Suriah, jutaan warga mereka mengungsi dan menyesaki negara-negara tetangga di Timur Tengah maupun Eropa. MAHMOUD ZAYYAT / AFPPengungsi Suriah dan seorang anaknya terlihat di jalanan Lebanon. Gambar diambil pada 18 Juli 2013. Seiring tak kunjung usainya konflik di Suriah, jutaan warga mereka mengungsi dan menyesaki negara-negara tetangga di Timur Tengah maupun Eropa.
EditorErvan Hardoko

DAVOS, KOMPAS.com — Tujuh organisasi kemanusiaan utama menyebut krisis di Suriah sebagai krisis kemanusiaan terbesar sepanjang masa. Ketujuh organisasi kemanusiaan itu antara lain Amnesty International, Human Rights Watch, dan Oxfam.

Mereka mengatakan, setelah berkecamuk perang selama tiga tahun, situasi di Suriah tidak dapat diuraikan di dunia yang beradab.

"Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk membela rakyat Suriah yang mengalami krisis kemanusiaan terbesar pada masa sekarang," kata koalisi tujuh organisasi.

Seruan itu disampaikan di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, bertepatan dengan konferensi perdamaian Suriah yang dihelat di Montreux, kota lain di Swiss, pada Rabu (22/1/2014).

Konferensi perdamaian Suriah dibuka oleh Sekretaris Jendral Ban Ki-moon. Ia menyerukan perlunya membangun dialog yang mengarah ke solusi politik.

Menurut koalisi tujuh organisasi, separuh jumlah penduduk Suriah tergantung pada bantuan kemanusiaan setelah terjadi perang sipil selama hampir tiga tahun. Di daerah-daerah tertentu, penyakit dan kelaparan sangat mudah ditemukan.

Sementara konferensi perdamaian di Montreux diwarnai perdebatan pedas antara wakil-wakil Pemerintah Suriah dan kubu oposisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemimpin oposisi Ahmed Jarba menuduh Presiden Bashar al-Assad melakukan tindak kejahatan perang dan menyatakan Assad tidak boleh memegang peran politik apa pun pada masa depan.

Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem, menyebut oposisi sebagai para pengkhianat dan agen asing. Muallem menegaskan Presiden Assad tidak akan tunduk memenuhi tuntutan pihak luar untuk mundur.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.