Separuh Pembelot Korut Ingin Bunuh Diri - Kompas.com

Separuh Pembelot Korut Ingin Bunuh Diri

Kompas.com - 14/10/2013, 18:50 WIB
ED Jones / AFP Tentara perempuan Korea Utara ikut ambil bagian dalam parade militer di Pyongyang memperingati 60 tahun gencatan senjata dengan Korea Selatan yang secara teknis mengakhiri Perang Korea pada 1953.


SEOUL, KOMPAS.com
 — Pemerintah Korea Selatan didesak segera mengubah serta meninjau kembali kebijakan dan pendekatan yang diterapkan terhadap para warga Korea Utara yang berhasil membelot ke Negeri Ginseng itu.

Menurut anggota parlemen dari Partai Saenuri, Kim Young-woo, seperti diwartakan surat kabar The Korea Times, Senin (14/10/2013), para pembelot itu lebih membutuhkan bantuan untuk bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan di Korsel ketimbang sekadar memberi bantuan finansial.

Kecemasan Kim diyakini beralasan lantaran separuh dari mereka mengaku mengalami kesulitan menyesuaikan diri dan bahkan memikirkan untuk bunuh diri setelah mereka berhasil kabur dari negeri komunis serba tertutup, Korut.

Fenomena itu, menurut Kim, tampak dari hasil survei yang dilakukannya terhadap 295 orang pembelot, yang saat ini berada di Pusat Permukiman Kembai Hanawon. Sesuai ketentuan, para pembelot ditempatkan di sana selama tiga bulan untuk mengikuti program wajib militer.

"Sebanyak 55,2 persen dari mereka mengaku ingin mati. Sementara 78,6 persen dari mereka merasa depresi, dan 81 persennya mengaku mengalami kesulitan tidur (insomnia) dan gejala kecemasan," ujar Kim.


EditorKistyarini
Komentar

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X