Kompas.com - 10/10/2013, 12:07 WIB
EditorEgidius Patnistik
OSLO, KOMPAS.COM — Kepemimpinan baru Norwegia mendesak para dewan kota di seluruh negeri itu untuk melarang orang-orang mengemis di jalanan. Desakan tersebut muncul saat negara itu mencoba untuk memaksa para imigran Roma, yang berasal dari Romania, keluar dari Norwegia dan mengatasi peningkatan angka kriminalitas.

Pemerintah koalisi Partai Kemajuan-Konservatif mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama pada Senin (7/10/2013) bahwa mereka akan "mengizinkan kota-kota untuk memberlakukan larangan mengemis dalam peraturan polisi lokal mereka dalam rangka memerangi perdagangan manusia dan kejahatan terorganisasi lainnya".

Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah pembentukan pemerintah baru dan ini sejalan dengan manifesto Partai Kemajauan untuk melarang sama sekali adanya pengemis.

Pemimpin partai itu, Siv Jenson, sebelum pemilihan mengatakan kepada kantor berita The Local bahwa larangan mengemis yang berlaku secara nasional merupakan cara terbaik untuk mengurangi jumlah orang Roma di jalanan. Dia mengatakan kepada kantor berita berbahasa Inggris itu, "Partai Konservatif dan Partai Kemajuan punya proposal untuk melarang aksi mengemis di jalan-jalan karena kami pikir itu akan cukup efisien."

Dia mengatakan, masalahnya jauh lebih besar ketimbang orang yang hanya mengemis di jalan-jalan dan peningkatan angka kejahatan kecil. "Kami melihat ini di seluruh negeri dan itu berkembang, dan berkembangnya pesat," katanya.

Peningkatan masalah seputar para imigran Roma dilaporkan di seluruh Eropa. Di Paris, pada minggu ini, sekelompok orang difilmkan bekerja sama untuk merampok orang yang tidak waspada di tempat-tempat anjungan tunai mandiri (ATM). Polisi di Paris, ibu kota Perancis, juga yakin sebuah geng kejahatan terorganisasi dari para imigran Roma bertanggung jawab atas pencurian terhadap sebuah toko perhiasan pada akhir pekan. Dalam kasus itu, sejumlah jam tangan Swiss bernilai total 1 juta dollar AS lebih dicuri. Lima orang Eropa Timur telah ditangkap terkait kasus tersebut.

Di Inggris, para gipsi Roma diketahui sering mendirikan kamp di beberapa lokasi paling eksklusif di London dan polisi secara rutin mengusir mereka dari Park Lane dan kawasan di sekitar Mayfair dan Oxford Street. Mereka dikenal suka mengemis, yang secara teoretis merupakan hal ilegal di Inggris sejak tahun 1824.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.