Pemerintah Pakistan Diprotes Terkait Pengeboman Gereja

Kompas.com - 24/09/2013, 09:38 WIB
Umat Kristen Pakistan berunjuk rasa di Karachi, Senin (23/9/2013), setelah aksi bom bunuh diri ganda di sebuah gereja menewaskan sekitar 80 orang. RIZWAN TABASSUM / AFPUmat Kristen Pakistan berunjuk rasa di Karachi, Senin (23/9/2013), setelah aksi bom bunuh diri ganda di sebuah gereja menewaskan sekitar 80 orang.
EditorEgidius Patnistik

Serangan pesawat tanpa awak terakhir oleh AS terjadi pada Minggu (22/9). Dua kompleks di wilayah suku Waziristan Utara rusak dan enam orang tewas.

Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus memimpin ribuan orang dalam doa untuk para korban dalam kunjungan ke Sardinia. Paus berkata, ”Pelaku telah mengambil pilihan yang salah; kebencian dan perang.”

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengecam dan menyebut serangan itu ”mengerikan”. ”Dia prihatin atas serangan berulang terhadap minoritas agama dan etnis di Pakistan,” kata Juru Bicara PBB Martin Nesirky.

Ban mengatakan, ”Tindakan teror tidak dapat dibenarkan apa pun alasannya.” Ban menegaskan, solidaritas yang didukung PBB demi perdamaian serta pembasmian terorisme dan ekstremisme harus terus digiatkan. Islamabad agar terus membangun toleransi, memperkuat hubungan antara komunitas agama dan etnis.

Ahmad Marwat, yang mengidentifikasi dirinya sebagai juru bicara sayap Jundullah dari Taliban Pakistan, mengaku pihaknya bertanggung jawab atas serangan itu. Uskup Peshawar Sarfarz Hemphray mengumumkan masa berkabung tiga hari dan menyalahkan pemerintah atas kekerasan terbaru itu. (AFP/AP/CAL)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X