Kompas.com - 22/09/2013, 11:39 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

BERLIN, KOMPAS.com - Rakyat Jerman mengantri ke bilik suara hari ini, Minggu (22/09/2013) untuk memberikan suara dalam pemilihan parlemen. Partai berhaluan konservatif yang dipimpin Kanselir Angela Merkel Christian Democrats (CDU) diprediksi akan meraih kemenangan.

Jajak pendapat terakhir menunjukkan, CDU diperkirakan akan meraih suara sebesar 40 persen. Angka ini unggul jauh dari oposisi, Social Democrats (SDP). Partai yang dipimpin Peer Steinbrueck ini hanya mampu meraih sekitar 27 persen suara.

Namun demikian, Merkel diyakini akan menghadapi kesulitan membentuk pemerintahan koalisi. Free Democrats (FDP) yang saat ini merupakan anggota koalisi pemerintahan terpuruk dalam survei. Bahkan, partai ini kesulitan untuk menembus ambang batas 5 persen untuk menembus parlemen.

Dengan kemungkinan kehilangan mitra koalisinya, Merkel dihadapkan pada beberapa skenario yang tidak begitu menarik baginya. Kemungkinan terbesar adalah wanita paling bepengaruh di dunia ini harus membentuk grand coalition dengan SDP, skenario yang pernah terjadi di periode pertama Merkel, 2005-2009.

Analis politik mengomentari bahwa proses pembentukan grand coalition ini akan menelan waktu berminggu-minggu, disebabkan SDP diyakini akan meminta portofolio kabinet strategis seperti Menteri Keuangan.

Kanselir berumur 59 ini juga kelihatannya harus berkompromi dengan sejumlah platform SDP seperti penerapan gaji minimum nasional. Skenario lain adalah CDU harus membentuk pemerintahan koalisi yang lemah dengan sejumlah partai-partai kecil.

Pemilu federal ini merupakan yang pertama sejak krisis ekonomi menghantam Eropa. Ekonomi menjadi isu utama pemilu. Dibanding tetangganya, Ekonomi negeri panser tergolong sehat dengan angka pengangguran yang rendah. Namun, banyak warga yang mengeluhkan gaji yang sangat rendah di mana mereka kesulitan memenuhi hanya untuk makanan sehari-hari.

Bagi Eurozone sendiri, kemenangan Merkel berarti prospek untuk mendapatkan bailout tetap cerah. Kanselir baru akan mempengaruhi masa depan Euro, mengingat Steinbrueck cukup skeptikal dengan kebijakan austerity Merkel.

Jika menang, Merkel berpotensi akan mejadi pemimpin wanita Eropa terlama, memecahkan rekor 11,5 tahun pemerintahan Margareth Thatcher.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.