Kompas.com - 10/09/2013, 06:45 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
WASHINGTON, KOMPAS.com — "Sebelum saya masuk ke subyek utama, saya ingin menyampaikan beberapa kata soal Suriah." Kalimat pengantar itu mengubah pidato sekaligus tema kegiatan tentang perdagangan satwa liar beralih ke topik Suriah.

Adalah Hillary Clinton, mantan ibu negara Amerika Serikat dan kemudian mantan Menteri Luar Negeri, yang membuat kalimat itu, dan berhasil mengungkit minat banyak kalangan. Dukungan Clinton pada rencana aksi militer Presiden Amerika Barack Obama di luar dugaan.

Dalam pidato itu, Clinton mengutip pesan dari Obama, yang mengatakan bahwa usul baru Rusia agar Suriah menempatkan senjata kimia di bawah kontrol internasional akan menjadi langkah penting. Cara Clinton menarik perhatian soal isu Suriah dan dukungannya ke Obama bakal menjadi kartu menarik untuk potensinya menjadi calon presiden pada 2016.

Clinton mendesak Kongres untuk mendukung Obama, dengan memberikan otoritas aksi militer ke Suriah, sebagai respons dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar al Assad pada 21 Agustus 2013.

"Penggunaan senjata penghancur massal yang tak manusiawi oleh rezim Assad melawan orang-orang tak bersalah, perempuan, dan anak-anak melanggar norma universal di jantung tatanan global kita. Karenanya, itu menuntut respons yang kuat dari masyarakat internasional, dipimpin oleh Amerika Serikat," ujar Clinton. 

Selain menyampaikan pidato memanfaatkan pertemuan yang jelas-jelas jauh berbeda topiknya, Clinton juga beradu argumentasi di belakang layar. Misalnya, dia menelepon Senator Partai Demokrat dari Arkansas, Mark Pryor, yang menentang rencana Obama. Sebaliknya, Clinton juga menghubungi Senator Partai Demokrat dari New York, Chuck Schumer, yang adalah pendukung rencana Obama.

Sebelum berpidato, Clinton juga bertemu dengan Obama. Percakapan pun dia lakukan dengan Kepala Staf Gedung Putih Denis McDonough.

Meski tak membantah pendapat Obama bahwa ide Rusia soal Suriah merupakan sebuah kemajuan penting, Clinton juga mengatakan, "Tidak ada alasan untuk menunda ataupun menghalangi (aksi militer ke Suriah)."

Saat ini Obama masih menantikan resolusi Kongres untuk dukungan atas aksi militer ke Suriah. Pekan lalu, dukungan sudah didapat Obama dari panel Senat. Sejauh ini dukungan untuk Obama tak cukup meriah, di tengah trauma pengiriman pasukan militer negara itu ke Irak dan Afganistan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.