Kompas.com - 28/08/2013, 12:20 WIB
EditorErvan Hardoko

Sejauh ini rencana penyerangan terhadap Suriah telah mengakibatkan kejatuhan pasar saham  global dan kenaikan harga minyak dunia.

Sedangkan di China, kantor berita milik pemerintah negara itu kembali mengingatkan akan kesalahan data intelijen yang pernah digunakan sebagai dasar untuk melakukan invasi ke Irak pada tahun 2003 lalu.

Sejauh ini Pemerintah Suriah telah membantah penggunaan senjata kimia seperti yang dituduhkan AS dan sekutunya.

Pengawas PBB di Suriah dijadwalkan akan kembali ke lokasi serangan yang terletak di pinggiran kota Damaskus pada Rabu (28/8/2013).

Sebelumnya, rencana pengawas PBB untuk mengumpulkan sejumlah bukti sempat tertunda akibat adanya serangan bersenjata yang ditujukan kepada mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.