Kompas.com - 26/07/2013, 18:52 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErvan Hardoko
CANBERRA, KOMPAS.com — Praktisi hukum di Australia menyerukan Pemerintah Federal Australia untuk lebih banyak campur tangan guna mengurangi peningkatan jumlah narapidana warga Aborigin.

Warga Aborigin Australia hanya berjumlah 2,5 persen dari jumlah seluruh penduduk Benua Kanguru.

Namun, di berbagai penjara warga Aborigin mencapai 26 persen dari seluruh narapidana.

Presiden Asosiasi Pengacara Australia Michael Colbran QC mengatakan, banyak pemerintah negara bagian gagal melaksanakan tugas mereka dalam mengatasi masalah ini.

"Ini situasi yang tidak bisa diterima, dan hal yang tidak bisa terus ditelantarkan oleh Australia." kata Colbran seperti dilaporkan The Age, Jumat (26/7/2013).

"Sistem yang ada sekarang ini gagal memperbaiki nasib warga Aborigin, dan perlu dikaji dengan serius," katanya.

Sementara itu, Presiden Dewan Hukum Duncan McConnel mengatakan, 22 tahun sejak digelarnya penyelidikan terkait kematian warga Aborigin di dalam penjara, belum ada perubahan berarti.

Mulai dari tahun 2000 sampai 2010, jumlah warga Aborigin yang masuk penjara naik 51,5 persen.

Menurut Biro Data Statistik Australia, pada 2012, warga Aborigin memiliki peluang 15 kali lebih besar masuk penjara dibandingkan warga Australia lain.

Di antara remaja dan wanita, angka itu lebih tinggi lagi.

Sementara menurut laporan NT News, para remaja putri warga Aborigin, beberapa di antara mereka baru berusia 11 tahun, meminta agar alat kontrasepsi mereka dilepaskan sehingga mereka bisa hamil dan mendapatkan uang "bonus bayi" dari negara.

Di Australia, setiap wanita yang melahirkan mendapatkan dana 5.000 dollar Australia (sekitar Rp 50 juta), tetapi bonus ini akan dihapus bagi mereka yang berusia di bawah 16 tahun mulai 1 Maret tahun depan.

Menurut NT News, di kawasan Aborigin terpencil seperti di Ali Curung yang terletak antara Darwin dan Alice Springs, para remaja suku ini diberitahu bahwa bila mereka hamil dan melahirkan setelah Maret, maka bonus itu tidak akan diberikan lagi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X