Kompas.com - 22/07/2013, 16:43 WIB
Ahmed (tengah) menangisi ayahnya Abdulaziz Abu Ahmed Khrer, yang tewas terbunuh oleh sniper anggota pasukan pemerintah, saat pemakaman ayahnya di Idlib, utara Suriah, 8 Maret 2012. AP PHOTO / RODRIGO ABDAhmed (tengah) menangisi ayahnya Abdulaziz Abu Ahmed Khrer, yang tewas terbunuh oleh sniper anggota pasukan pemerintah, saat pemakaman ayahnya di Idlib, utara Suriah, 8 Maret 2012.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Rusia tetap membantu Suriah dengan gelontoran banyak duit. Hal ini mengemuka dalam diskusi antara Deputi Perdana Menteri Suriah Qadri Jamil dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskwa. Menurut warta AP pada Senin (22/7/2013), bantuan dana itu memang tak disebutkan jumlahnya. Namun, Suriah berharap, paling lambat akhir tahun ini, fulus tersebut sudah mengalir ke kocek Suriah.

Menurut Jamil, bantuan dana segar dari Rusia bakal digunakan untuk pembiayaan perang melawan kelompok oposisi. Catatan menunjukkan, perang sejak dua tahun silam itu sudah
menewaskan sekitar 100.000 orang.

Dalam pembicaraan itu, imbuh Jamil, pihaknya juga mendiskusikan ihwal pengiriman senjata peluru kendali S-300 dari Rusia. Suriah akan memanfaatkan senjata itu untuk melawan seteru-seterunya dari Barat. "Kami sudah membicarakan soal pengiriman rudal itu,"demikian Qadri Jamil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X